Dukung Pengembangan Pariwisata, Pemerintah Akan Perbaiki Rumah Adat Batak Samosir
Pengembangan Wisata Danau Toba tidak sebatas di sektor infrastruktur saja, namun Rumah Adat Batak Samosir atau Rumah Gorga juga ikut diperhatikan Pemerintah. Permerintah berencana akan memperbaiki rumah-rumah tersebut yang saat ini kondisinya kurang layak dijadikan tempat tinggal.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan perbaikan Rumah Adat Batak Samosir merupakan bagian untuk pengembangan kawasan Wisata Danau Toba.
“Ada beberapa rumah, sekitar 40 unit akan kita coba rehabilitasi, supaya pelatihan tenun dan keahliannya terus berlanjut,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai mendampingi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana mengunjungi Rumah Adat Batak Samosir dan Pusat Tenun Ulos di Kampung Huta Raja, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangaruruan, Kabupaten Samosir,Selasa (30/7/2019).
Perbaikan itu, merupakan jawaban Pemerintah untuk memenuhi keinginan masyarakat setempat agar Pemerintah pusat tidak mengembangkan di destinasi saja, namun kampung warga yang ada di sekitar destinasi juga ikut ditata.
Menteri PUPR meyakini, apabila Kampung Tenun Ulos Huta Raja dapat ditata dengan lebih baik serta dilengkapi dengan berbagai infrastruktur dasar seperti sanitasi, maka dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung.
Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H.Sumadilaga menambahkan, pemugaran Rumah Gorga yang merupakan cagar budaya akan melibatkan tukang-tukang lokal setempat sehingga sekaligus akan menjadi workshop/media latihan bagi masyarakat setempat untuk memelihara keberlanjutan tradisi dan keahlian yang unik ini.
“Ada beberapa rumah yang bentuknya telah beralih menjadi rumah modern, sehingga nantinya akan direlokasi dan dibuat sepenuhnya menjadi rumah gorga. Kita akan melibatkan masyarakat setempat karena butuh keahlian khusus untuk membangunnya, sehingga menjadi kombinasi pekerjaan konstruksi modern dan kearifan lokal,” ujar Danis.
Untuk mendukung pergerakan ekonomi di kawasan tersebut, Danis juga menyatakan bahwa setelah direvitalisasi, rumah-rumah gorga tersebut dapat menjadi homestay bagi para wisatawan. “Untuk biaya akan direncanakan dulu secara matang, perkiraannya mungkin sekitar Rp 15-20 miliar,” ujarnya.
