BusinessEconomic

Dukung Pertumbuhan Sektor Konstruksi, BRI Keluarkan Skema Pembayaran Tahun 2021

Pandemi yang masih melanda Indonesia membuat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, kembali menancapkan komitmennya untuk  memberikan kemudahan terhadap pembiayaan infrastruktur di Indonesia lewat pemberian kredit.

Sektor konstruksi  merasakan dampak yang luar biasa akibat bencana kesehatan ini. Dampak dirasakan sektor konstruksi yakni pekerjaan dan kontrak konstruksi tertunda, biaya pembangunan membesar dan penyusutan bahan bangunan.

Seharusnya pertumbuhan sektor konstruksi dapat terjaga, karena sektor ini mampu memberikan kontribusi PDB sebesar 10,7 persen, namun akibat pandemic  pertumbuhannya melambat.

Data yang dihimpun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan pertumbuhan sektor konstruksi   pada kuartal-1 tahun 2020  hanya  sebesar 2.9 persen. Capaian tersebut merosot, jika dibandingkan  dengan kuartal-1 tahun 2019 yang mencapai 5,9 persen.

Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor penting dalam mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia dan berperan dalam menggerakkan sektor riil yang secara langsung menyangkut kehidupan orang banyak. Atas dasar inilah, tahun ini BRI kembali membantu kelancaran pembiayaan konstruksi.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, pemilihan sektor prioritas adalah kunci utama untuk pemulihan ekonomi. Dengan prioritas, maka fokus pemulihan bisa tercipta dan sumber daya terbatas yang dimiliki pemerintah dapat semakin optimal digunakan untuk membangkitkan perekonomian.

“Sektor prioritas yang harus dipilih adalah segmen bisnis paling berkontribusi terhadap PDB, banyak menyerap tenaga kerja, dan berisi para pekerja berupah murah. Salah satunya adalah konstruksi,” kata Sunarso

Perusahaan plat merah di sektor perbankan itu, bahkan  telah membuat skema dukungan BRI kepada sektor konstruksi tahun 2021. Skema tersebut yakni:

KMK BRI: Fasilitas kredit yang dipergunakan untuk KMK BRI membiayai modal kerja sesuai dengan karakter bisnis nasabah

KMK Tangguh BRI: untuk membiayai modal kerja dalam rangka pemulihan dan pengembangan usaha debitur akibat terdampak pandemi Covid – 19.

KMK Konstruksi: Kredit Modal Kerja untuk membiayai kebutuhan modal kerja kontraktor/vendor untuk menyelesaikan proyek jasa konstruksi sesuai dengan kontrak kerja

Invoice Financing: Fasilitas kredit yang diberikan kepada vendor untuk membiayai piutang atau modal kerja berdasarkan invoice.

Vendor Financing:

  1. Pre Financing: Fasilitas kredit modal kerja yang diberikan oleh BRI kepada Mitra Kerjasama untuk membiayai kebutuhan modal kerja dalam rangka pembangunan/ konstruksi atau pengadaan/pembelian barang dan/atau jasa suatu proyek atas dasar Kontrak atau dokumen sejenis
  2. Post Financing: fasilitas kredit yang diberikan kepada Mitra Kerjasama untuk membiayai piutang dalam rangka pembayaran atas prestasi penyelesaian proyek baik sebagian maupun seluruhnya berdasarkan Invoice

Kredit Mitra United Tractor: Pemberian fasilitas kredit modal kerja standby loan hanya untuk pembelian barang kepada United Tractor.

KI BRI: Pemberian fasilitas kredit untuk membiayai kebutuhan jangka panjang dalam rangka pembelian, pembangunan, perluasan, pembaharuan (renovasi) aktiva tetap produktif.

Peluang bagi BRI dalam sektor pembiayaan untuk mendukung rantai pasok sumber daya konstruksi meliputi inovasi pembiayaan infrastruktur, pembiayaan operasi dan pemeliharaan infrastruktur serta pengelolaan resiko pendanaan infrastruktur.

BRI hadir untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dalam hal pembiayaan infrastruktur. Tantangan itu yakni besarnya anggaran pada sektor infrastruktur belum terserap secara optimal melalui pembiayaan perbankan. Kemudian tantangan lainnya adalah Persyaratan Pengajuan Kredit Yang masih kaku dan sulit.

Selanjutnya Banyak pelaku usaha mempunyai kemampuan layak secara ekonomi namun belum memiliki kemampuan pengelolaan keuangan dalam perusahaan serta pemahaman akan kontrak kerja based financing (berdasarkan pembiayaan) yang masih lemah.

Pada kuartal satu tahun ini, BRI telah menyiapkan portofolio pinjaman sektor konstruksi BRI sebesar Rp53.379 miliar untuk dengan jumlah 40.709 rekening pinjaman.  Portofolio tersebut dibagi menjadi tiga kelompok peminjam yakni korporasi, Mikro dan SME (Small Medium Enterprise).

Untuk kelompok korporasi,  portofolio peminjaman yang disiapkan sebesar Rp 27.480 miliar dengan  241 Rekening. Sementara itu, untuk kelompok Mikro, ada 10.199 rekening untuk peminjaman sebesar Rp 421 miliar. Untuk kelompok terakhir yani SME, telah disiapkan peminjaman sebesar Rp 25.477 miliar untuk 30.269  rekening. (Sumber BRI)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close