DestinationEconomicHeadline NewsTourism

Dukung Sektor Pariwisata, Purwakarta Bakal Luncurkan Ojek Wisata

Pemkab Purwakarta akan meluncurkan sebuah fasilitas pendukung sektor pariwisata di wilayahnya. Yakni, membuat Ojek On Call yang siap mengatar dan memandu para pelancong untuk mengeksplor lokasi wisata yang ada di wilayah tersebut.
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan, fasilitas pendukung wisata ini diberi nama TOP (Tukang Ojeg Pariwisata), mereka nantinya bisa dinikmati sebagai armada pemandu bagi para pelancong untuk mengeksplorasi lokasi wisata yang ada.
“Untuk tahap awal, kami akan terlebih dahulu melakukan rekrutmen tenaga kerjanya. ‎Dalam hal ini akan memberdayakan para tukang ojek tradisional yang telah ada,” ujar Dedi , Jumat, 21 Juli 2017.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, terang Dedi, para TOP ini akan terlebih dahulu diberikan pelatihan. Terutama, soal kepariwisataan. Untuk sementara, pemkab akan mekrut 30 orang yang merupakan tukang ojek yang sudah ada.
Dedi mengaku, pihaknya sengaja meluncurkan program tersebut. ‎Mengingat, saat ini‎ di wilayahnya sudah banyak terdapat lokasi-lokasi cukup eksotis yang bisa dikunjungi untuk berwisata.‎ Tak hanya di pusat kota, tempat wisata inipun tersebar di wilayah tersembunyi yang bisa dibilang sangat jarang dijamah oleh manusia.
“Ojek Wisata ini, nantinya jadisarana penunjang bagi wisatawan. Jadi, wisatawan yang berkunjung bisa menggunakan jasa mereka untuk berkeliling tempat wisata. Mereka (tukang ojek) ini, juga sekaligus‎ akan menjadi pemandu wisata,” jelas dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud), Heri Anwar menambahkan, pihaknya telah membuka pendaftaran bagi para tukang ojek yang berminat menjadi pemadu wisata. Dalam hal ini tak ada syarat khusus, hanya saja mereka harus menguasai kendaraan bermotor.
“Pendaftaran sudah mulai dibuka besok,” ujarnya singka
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button