Ekowisata Tangkahan: Surga Tersembunyi di Taman Nasional Gunung Leuser
Tangkahan merupakan salah satu ekowisata yang berada di desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat. Wisata dengan luas area sekitar 17.000 hektar ini, berbatasan langsung dengan Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.
Wisata yang terkenal hingga ke mancanegara ini, terutama Eropa dan Australia, merupakan salah satu andalan Pariwisata Sumatera Utara selain Danau Toba, Bukit Lawang dan Berastagi. Mungkin Anda akan bertanya, “apa yang membuatnya begitu menarik?”
Mendapat julukan sebagai The Hidden Paradise of Sumatera, tentu membuat rasa penasaran setiap orang yang mendengar nama wisata ini yang mungkin belum begitu familiar bagi sebagian orang. Wisata Tangkahan itu sendiri dulunya adalah lokasi pembalakan liar di Taman Nasional Gunung Leuser. Kemudian salah satu Lembaga non pemerintah FFI (Flora Fauna International), berinisiasi melakukan pelestarian hutan dengan melakukan patroli hutan secara partisipatif. Untuk melengkapi kegiatan tersebut, didatangkanlah beberapa ekor Gajah dari Aceh sebagai kendaraan patroli.
Singkat cerita pada tahun 2001, masyarakat melakukan musyawarah guna menghentikan pembalakan liar sekaligus mencari cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Sejak saat itu, Tangkahan dilestarikan sebagai ekowisata yang mana tidak ada lagi penebangan hutan secara liar, dan masyarakat diedukasi untuk mengembangkannya sebagai tempat wisata yang kemudian memberi manfaat bagi perekonomian penduduk setempat.
Apabila Anda berkunjung ke wisata Tangkahan ini, hal utama yang bisa Anda lakukan adalah berkenalan langsung dengan Gajah-gajah yang tinggal di alam bebas. Anda juga bisa menungganginya seraya menjelajah hutan serta memandikannya di sungai. Tapi tentu saja hal ini harus Anda lakukan bersama Mahout (Pawang Gajah). Jika Anda pergi bersama keluarga dan membawa anak-anak, tentu hal ini sekaligus bisa mengedukasi mereka tentang kehidupan hutan serta mengenal Gajah lebih dekat.
Selain itu, Anda juga bisa menyusuri sungai menggunakan ban (River Tubing). Anda bisa melakukan River Tubing hingga mencapai ke air terjun tangkahan di Sungai Salak. Air terjun dengan lebar sekitar 5 meter dan tinggi mencapai 4 meter ini memiliki kolam di bawahnya sehingga Anda bisa berenang atau melompat dari tebing jatuhnya air terjun.
Selanjutnya yang menjadi tujuan utama para turis menyambangi tempat ini, yang rata-rata berasal dari kota-kota besar adalah karena tempat ini sangat cocok untuk menyepi dan menyendiri. Penginapan yang dibangun di tengah hutan lebat serta sungai yang mengalir, menjadikan suasana tempat ini sangat cocok sebagai tempat “melarikan diri” dari penatnya kehidupan kota. Karena di sepanjang malam tidur Anda hanya akan ditemani suara merdu perpaduan irama air yang mengalir dengan gesekan dedaunan yang diterpa angin serta suara fauna yang sesekali saling sahut-menyahut.
Untuk menuju wisata ini, Anda hanya menempuhnya dengan jalur darat. Jika kebetulan Anda sedang liburan di Bukit Lawang, maka bisa menggunakan Sepeda Motor, Mobil atau Bus. Jika Anda menggunakan Sepeda Motor atau Mobil Pribadi, maka Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam untuk sampai di lokasi. Namun jika menggunakan Bus umum, tentu akan memakan waktu sedikit lebih lama, sekitar 5 jam perjalanan.
Penulis: Yulia