Empat Ton Bantuan Udara Diterjunkan ke Tiga Kabupaten di Sumbar

0
WhatsApp Image 2025-12-01 at 18.56.54

Pemerintah Pusat mempercepat distribusi bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra Barat (Sumbar) dengan mengerahkan armada helikopter dari berbagai instansi. Langkah ini diambil setelah akses darat ke beberapa kecamatan masih terputus akibat material longsor dan genangan banjir yang belum sepenuhnya tertangani.

Dalam keterangan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), disebutkan bahwa pengiriman bantuan dilakukan pada Senin (1/12/2025) bekerja sama dengan TNI dan Basarnas. Total empat ton bantuan pangan dan non-pangan dikirimkan ke tiga kabupaten yang mengalami dampak paling berat, yakni Kabupaten Solok, Pasaman Barat dan Agam.

Untuk wilayah Kabupaten Solok, Basarnas mengoperasikan helikopter HR 3684. Pesawat rotary wing tersebut mengangkut 360 kilogram logistik penting untuk masyarakat yang masih terisolasi. Bantuan yang diterjunkan meliputi makanan siap konsumsi, beras, air mineral, bahan pangan mentah, kasur, serta berbagai jenis obat-obatan. Distribusi lewat udara menjadi opsi utama mengingat sejumlah titik masih tidak dapat ditembus kendaraan darat.

Di Kabupaten Pasaman Barat, khususnya menuju kawasan Maligi, TNI Angkatan Udara menerbangkan helikopter yang membawa 1,34 ton bantuan. Logistik yang dikirim terdiri dari bahan pangan dan kebutuhan dasar lain seperti makanan anak, makanan olahan, air mineral, selimut, serta perlengkapan keluarga (family kit). Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak warga yang tinggal di posko pengungsian maupun yang masih terisolasi.

Sementara itu, untuk Kabupaten Agam, pendistribusian kembali dilakukan melalui jalur udara. TNI AU mengerahkan helikopter guna menyalurkan 2,3 ton bantuan untuk warga di Tiku dan Sungai Puar. Isi logistik antara lain sembako, makanan ringan, makanan bayi, makanan olahan, kasur, selimut, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.

Data Pengungsian Terbaru

Berdasarkan laporan sementara hingga 1 Desember 2025:

  • Kabupaten Solok: 958 KK (3.949 jiwa) mengungsi, sementara total warga terdampak mencapai 4.750 KK.
  • Kabupaten Pasaman Barat: 338 KK (1.491 jiwa) mengungsi, dan populasi terdampak mencapai 14.808 KK atau sekitar 57.948 jiwa.
  • Kabupaten Agam: BPBD setempat masih melakukan verifikasi dan pendataan jumlah warga yang berada di titik-titik pengungsian.

Optimalisasi Distribusi dan Pembukaan Akses

BNPB menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah dan lembaga terkait berupaya mengoptimalkan pendistribusian bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara. Di beberapa titik, alat berat terus dikerahkan untuk membersihkan akses jalan guna menjamin kelancaran pengiriman logistik berikutnya. Perbaikan mobilitas ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan tambahan dan memperluas jangkauan ke wilayah-wilayah yang belum terlayani secara maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *