Menteri Amran: B50 Jalan, Impor Solar Dihentikan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sampaikan keterangan pers kepada sejumlah awak media (Foto: Humas Kementan)
El John News, Jakarta-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia akan mulai menerapkan penggunaan bahan bakar nabati B50 secara resmi pada 1 Juli tahun ini. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mendorong kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.
Dalam keterangannya, Amran menegaskan bahwa implementasi B50 akan berdampak besar terhadap penguatan ekonomi nasional, termasuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“B50 tahun ini kita mulai 1 Juli, B50 jalan, kita stop impor solar 5 juta ton,” ujar Amran, di Jakarta, Kamis (16/4/2026)
Ia menyebut capaian tersebut sebagai langkah besar dalam transformasi sektor energi nasional. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap sektor pertanian dan industri.
“Nah ini capaian yang luar biasa. Karena akan membuka lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan,” lanjutnya.
Selain biofuel, pemerintah juga menargetkan penguatan sektor protein nasional melalui peningkatan daya saing peternak lokal. Upaya ini didukung pembangunan industri hulu oleh BUMN, termasuk pabrik pakan dan pembibitan.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong pengembangan energi berbasis etanol. Indonesia menargetkan penerapan mandatori E20, meskipun saat ini sudah berada pada tingkat campuran yang lebih tinggi.
“Kita menuju mandatori E20, berhasil pada posisi E27. Indonesia menuju E20 pertama, kita butuh 8 juta ton etanol,” jelasnya.
Amran menegaskan bahwa visi besar pemerintah adalah mencapai kemandirian di berbagai sektor strategis, mulai dari energi, pangan, hingga protein. Ia mencontohkan Brasil yang telah lebih maju dalam pemanfaatan biofuel sebagai inspirasi bagi Indonesia.
“Ke depan, bayangkan Indonesia mimpi besar Bapak Presiden, mandiri biofuel, mandiri energi, mandiri pangan, mandiri protein. Kalau ini semua tercapai, akan membuka lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.
Pemerintah optimistis bahwa kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan target besar tersebut, sekaligus mendorong Indonesia menuju visi Indonesia Emas.
