Forum Raja dan Sultan Akan Gelar Silatnas Nusantara ke V Pada 27 Juli 2017

0
20170711_101732

Forum Raja, Sultan, Datu dan Ratu kembali akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) Raja dan Sultan Nusantara ke V pada tanggal 27 dan 28 Juli 2017 mendatang. Untuk tahun ini Silatnas dilangsungkan di Gedung Nusantara DPR-RI dan rencananya akan dibuka oleh Pimpinan DPR Fadli Zon.

Yang sudah mengkonfimasi akan  hadir dalam Silatnas Raja dan Sultan  Nusantara ke V  hingga Selasa siang, 11 Juli 2017, sebanyak dua ratus lebih,  terdiri dari Raja, Sultan, Datu, Ratu, termasuk pewaris dan penerus kerajaan dan kesultanan serta kedatuan permaisuri maupun pangeran dari seluruh Indonesia. Tak ketinggalan para bangsawan atau perwakilannya  dari negara lain juga sudah menyatakan kehadirannnya di Silatnas ini.  Mereka diantaranya berasal dari Miami dan Florida Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Belanda, Filipina, Malaysia dan India. Yang terbanyak dari Malaysia dengan jumlah delegasi mencapai 10 orang .

Sekjen Badan Pengurus (BP) Silatnas Raja dan Sultan Nusantara, Upui Latu M.L Benny Ahmad Samu-Samu sebagai Raja Samu-Samu Van De Laatste Von Koning Stamboom  menjelaskan maksud dan tujuan  penyelenggaraan Silatnas dari tahun ke tahun adalah untuk mengembalikan jatidiri para Raja dan Sultan Nusantara. Selain itu menurut Raja Samu-Samu, Upui Latu, Silatnas ini  dapat mempersatukan para pelaku adat dan istidat serta  para pelaku budaya.

“Agar peradaban, adat, istiadat dan budaya tetap terjaga dan terpelihara dan dapat dikembangkan namun para pelaku adat , para pelaku budaya, para pelau istiadat itu sendiri harus tetap  bersatu itu harapan kami,” kata Raja Samu-Samu dalam jumpa pers  di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa, 11 Juli 2017.

Lebih lanjut Raja Samu-Samu, Upui Latu menegaskan para Raja, Sultan, Datu  dan Ratu tidak memiliki niat buruk  terhadap negeri ini, mereka hanyalah sebagai pewaris penerus dan  pemelihara adat istiadat dan budaya.

“kami sangat berharap mohon dukungan dari kepada saudara-saudara kami dalam tugasnya mengekspose kami agar saudara-saudara kami di daerah-daerah bisa mengetahui dan sepakat bersama-sama bahwa Indonesia adalah harga mati. Bahwa kami para Raja, Sultan, Datu, Ratu, Pewaris penerus bukan berarti ingin berkuasa tapi kami penerus dan pemelihara adat istiadat dan budaya,” tegas Raja Samu-Samu, Upui Latu.

Staf Ahli Menteri  Pariwisata Bidang Multikultural Hari Untoro Drajat  yang mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam jumpa pers ini mengatakan Menpar mengapresiasi dan mendukung penyelenggaraan Silatnas ini.

“Jadi semangatnya Pak Sekjen ini bagus sekali, luar biasa. Beliau bahkan berjani akan menjadi  Benteng Budaya. Jadi menurut saya Keraton dan Kerajaan itu bukan terkait dengan politik seperti yang beliau katakan tapi benteng  budaya.  Kalo benteng budaya ini terjadi,  maka tradisi lokal dan kearifan lokal,  nilai-nilai yang kita punya, itu yang bisa kita angkat kembali,” ujar Untoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *