Ganjar Ingin Tes PCR Dapat Menjangkau 1.000 Spesimen
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menginginkan agar tes PCR di Jateng ditingkatkan. Ganjar berharap dari 600 spesimen dapat dinaikan menjadi 1.000 spesimen yang diperika melalui PCR setiap harinya.
Hal tersebut disampaikan orang nomer satu di Jateng itu, saat mengumpulkan tujuh pengelola laboratorium dikumpulkan Ganjar di ruang rapat Gedung A lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Minggu (3/5/2020).
Ketujuh pengelola itu di antaranya BBTKL Yogyakarta, Laboratorium Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (BBLVRP) Salatiga, RSUP Dr Kariadi, RSUD dr Moewardi, RSND Semarang, RSUD Wongsonegoro, dan RS UNS Solo.
Ganjar menjelaskan bahwa penyebaran Covid-19 di Jateng cukup cepat, hingga beri muat berdasarkan data yang diterima Ganjar sudah mencapai 799 kasus positif, 30.056 orang dalam pemantauan (ODP) dan 949 pasien dalam pengawasan (PDP).
Melihat kondisi itu, menurut Ganjar sudah saatnya adanya tes kecepatan PCR agar manajemen penanganan Covid-19 juga dapat ditingkatkan. Hasil tes yang lama keluar menyebabkanya, banyaknya pasien yang terlalu lama di rumah sakit.
“Padahal saat tes keluar, ternyata negatif. Atau ada pasien yang sampai meninggal hasil tesnya belum keluar. Kami tidak mau itu terjadi terus, makanya kecepatan tes PCR ini sangat menentukan pengelolaannya,” ucapnya.
Kepala Balai Litbang Vektor Salatiga, Joko Waluyo mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 6.000 sampel. Dalam sehari, kapasitas di tempat itu juga sudah meningkat, dari 40 sampel menjadi 150 sampel perhari.
“Sebenarnya kami bisa meningkatkan dua kali lipat asalkan ada penambahan alat ekstraksi otomatis. Selama ini, proses ekstraksi kami lakukan manual dan itu memakan waktu cukup lama dan kapasitas mesinnya juga sedikit,” kata Joko.
Sementara mesin ekstraksi otomatis yang baru, pemeriksaannya sangat cepat. Dalam sekali ekstraksi, bisa digunakan untuk 200 sampel.
“Jadi kalau sehari bisa dua kali ekstraksi saja, sudah 400 sampel. Itu akan semakin cepat. Untuk itu kami berharap ada penambahan alat itu,” imbuh Joko.
Ditemui seusai rapat, Ganjar mengatakan pihaknya mendapat banyak masukan, termasuk ketersediaan tenaga ahli, reagen atau primer serta masukan-masukan lainnya.
“Nanti akan kami penuhi satu per satu, termasuk soal adanya peralatan yang belum lengkap dan tidak bisa difungsikan. Nanti kami lengkapi secepatnya,” pungkasnya.
Terkait dorongan Ganjar agar laboratorium meningkatkan kapasitas pengujian, sejumlah laboratorium mengaku siap. Hanya memang harus dilakukan modernisasi alat dan beberapa tempat membutuhkan penambahan personel.
“Saya senang semua siap, karena memang dalam kondisi saat ini, semua harus siap bekerja semaksimal mungkin. Maka kami inventarisasi semuanya. Untuk modernisasi alat, segera kami belikan. Untuk penambahan SDM, itu hanya beberapa titik,” tandas Ganjar. (Sumber Humas Jateng)
