Trump Tawarkan Pengawalan Kapal Terjebak di Selat Hormuz

0
HGYPQ8_bAAAiWr9 (1)

Kapal cepat milik Angkata Laut AS sedang melints di Selat Hormuz (Foto: US CENTCOM)

El John News-Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pihaknya akan memberikan bantuan untuk membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui akun resminya di Truth Social pada Minggu (3/5/2026) dan bantuan yang diberikan akan mulai diterapkan pada hari ini, Senin (4/6/2026).

 Ia menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan atas dasar kemanusiaan, mengingat banyak kapal yang terjebak tidak terlibat dalam konflik.

“Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini,” tulis Trump.

Menurutnya, sejumlah negara telah menghubungi Amerika Serikat untuk meminta bantuan pengamanan jalur pelayaran. Kapal-kapal tersebut dilaporkan mengalami kondisi yang semakin mengkhawatirkan, termasuk kekurangan pasokan makanan bagi awak kapal.

Trump menegaskan bahwa keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama pemerintahannya. Ia juga memastikan proses evakuasi kapal akan segera dimulai pada Senin pagi waktu setempat.

Langkah ini dinilai sebagai upaya Amerika Serikat untuk meredakan dampak konflik yang meluas, khususnya bagi negara-negara yang tidak terlibat langsung namun terdampak situasi di kawasan tersebut.

Namun, di tengah langkah kemanusiaan tersebut, Trump tetap menunjukkan sikap tegas terhadap Iran. Pada hari yang sama, ia menolak proposal terbaru dari Teheran yang berisi 14 poin untuk mengakhiri perang dalam waktu 30 hari.

Proposal tersebut mencakup pencabutan sanksi terhadap Iran, penghentian blokade pelabuhan, penarikan pasukan AS dari kawasan, hingga penghentian seluruh permusuhan, termasuk konflik yang melibatkan Israel di Lebanon.

“Itu tidak dapat diterima bagi saya. Saya sudah mempelajarinya, saya sudah mempelajari semuanya, itu tidak dapat diterima,” tegas Trump.

Keputusan tersebut menunjukkan pendekatan ganda Washington—di satu sisi mengedepankan misi kemanusiaan, namun di sisi lain tetap mempertahankan tekanan politik terhadap Iran di tengah dinamika konflik yang belum mereda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *