BusinessTourismTransportation

Genjot 5 Kota di 2017, Kemenpar dan AirAsia Malaysia Launching Joint Promotion

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan AirAsia Malaysia menggelar acara Launching Joint Promotion yang digelar di Bumbu Desa Indonesia Restaurant Vista Alam Oultet Shah Alam, Selangor, Malaysia , 1 Agustus 2017.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur Pariwisata Kemenpar, Judi Rifajantoro yang didampingi Robert Waloni selaku Tenaga Ahli Menpar Bidang Aksebilitas Udara mengatakan, acara ini merupakan bagian  kampanye pemasaran terintegrasi antara Kemenpar dengan maskapai AirAsia.

“Ada satu kepercayaan dalam pemasaran dunia. Ketika dua nama besar atau dua yang terkenal merk bentuk Aliansi untuk bekerja sama dengan penggabungan merk, itu akan menciptakan sebuah merk baru, bahkan lebih kuat daripada merk masing-masing. Itu kenapa kita menggandeng Air Asia, kolaborasi akan saling mendukung satu sama lain,” kata Judi yang juga diamini Robert.

Judi juga menyampaikan dalam satu minggu ada sekitar 361 penerbangan dari Malaysia masuk ke Indonesia. Adapun mereka melayani sedikitnya ada 15 tujuan di Indonesia. Paling banyak penerbangan Air Asia yang digemari antara lain ke Jakarta dan Lombok.

“Kita juga mulai mengenalkan lima kota destinasi wisata baru mulai 2017 ini. Kita dorong Solo, Semarang, Jogjakarta, Malang dan Palembang untuk berkembang jadi destinasi wisata baru karena kelimanya memiliki keindahan alam, budaya, sejarah dan religi,” paparnya.

Untuk itu, berkolaborasi dengan AirAsia.com merupakan salah satu cara termudah untuk menjamin jutaan mata iklan karena dapat menargetkan pelanggan berdasarkan negara asal mereka dengan 23 negara dalam 13 bahasa.

“Tujuannya membangun brand awareness dengan homepage dan menjalankan iklan pada situs skycraper advertising. Selain itu, Meningkatkan branding Wonderful Indonesia melalui marketing plan AirAsia dan mempromosikan destinasi Indonesia,” ujar Judi.

Periode Joint Promotion ini berlangsung periode Juli-November 2017 dan dilakukan sesuai target dengan coverage penerbangan AirAsia terutama di originasi Malaysia. Serta meningkatkan jumlah kunjungan wisman terutama di originasi Singapura.

”Salah satunya melalui penjualan air ticket AirAsia dan paket wisata,” paparnya.

Dalam kerjasama ini, terang Judi Rifa, Kemenpar menganggarkan 50% dari biaya placement pada media yang diusulkan oleh AirAsia. Setelah launching atau press gathering pada awal kerjasama akan dilanjutkan dengan memfasilitasi komponen sewa tempat, dekorasi, pertunjukan kesenian Indonesia, dan souvenir.

“Juga mengadakan program direct selling atau consumer selling di beberapa lokasi yang disepakati dengan komponen yang difasilitasi oleh Kemenpar berupa sewa tempat, dekorasi, pertunjukan kesenian Indonesia, souvenir,” tambahnya.

AirAsia sendiri berkomitmen meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia pada periode kerjasama berlangsung, dengan memonitor dan melaporkan perbandingan jumlah pengunjung pada periode tersebut dan di luar periode tersebut.

Dalam acara Launching Joint promotion ini dari pihak AirAsia hadir Aireen Omar Chief Executive Officer AirAsia Berhad, Spencer Lee, Head of Commercial AirAsia Berhad dan Rifai Taberi Commercial Director Indonesia AirAsia.

Sedangkan Menpar Arief Yahya punya alasan kuat kenapa kerjasama dengan Air Asia kembali dilakukan, salah satunya karena Air Asia juga punya kelompok penggemar yang cukup loyal di internet.

“Situs mereka punya pageviews sangat tinggi. Kalau Wonderful Indonesia hadir di sana, dampaknya bisa sangat dahsyat. Kami ingin tren kunjungan wisatawan asing ke Indonesia terus meningkat,” ungkapnya.

Kemenpar sendiri menargetkan total kunjungan wisatawan dari Malaysia sebesar 1,7 juta untuk tahun 2017. Target ini naik 500 ribu dari 1.2 juta pencapaian tahun sebelumnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button