DestinationEco TourismTourism

Gerakan Bersih-bersih Ciptakan Ekowisata Sungai Mudal

Istimewa Yogyakarta masih memiliki banyak potensi wisata yang belum tergarap. Tak melulu hanya di seputaran pusat kota saja, di daerah Kulonprogo misalnya, menyimpan surga wisata keindahan sungai yang tersembunyi. Adalah Ekowisata Sungai Mudal di perbatasan Pedukuhan Gunungkelir dan Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

Ekowisata ini pada awalnya merupakan kegiatan rutin dari masyarakat Pedukuhan Banyunganti khususnya RW5 dan sekitarnya. Kegiatan yang dimaksud adalah gerakan kebersihan mata air dan bantaran daerah aliran Sungai Mudal sejak awal 2011. Namun, sejak gerakan kebersihan digalakkan, mereka berinisiatif untuk menggarap Sungai Mudal ini sebagai potensi wisata. Kepala Desa Jatimulyo, Anom Sucondro menuturkan, terdapat banyak potensi yang perlu dikembangkan. Di sungai ini terdapat air terjun dan jeram-jeram, lubuk atau kedung antara lain Bendung Pule, Kedung Wong, Kedung Luweng, Kedung Dowo, Kedung Rempelas, Kedung Awar- Awar, Kedung Gedoya.

Di kedung Gedoya ini dibuat embung berukuran 6×15 meter untuk area berenang dan mandi bagi pengunjung. Di dalam ekowisata seluas kurang lebih tiga hektare ini, ada dua kolam dengan kedalaman satu meter dan dua meter. Selain itu, ada pula camping ground dan flying fox. Wisatawan pun sudah banyak yang bedatangan. ”Banyak potensi ekowisata Sungai Mudal yang bisa digarap. Kami berharap destinasi wisata baru ini bisa dinikmati oleh wisatawan,” tuturnya akhir pekan lalu.

Pengelola Ekowisata Sungai Mudal, Rudi Hastario menambahkan, ekowisata sungai ini sekarang terus berbenah. Banyak pembenahan, renovasi dan perbaikan agar menjadi daya tarik wisatawan.

Pihaknya menyambut baik kepada PT PLN Distribusi Jateng-DIY yang sejak awal banyak melakukan pembenahan serta ikut mengembangkan potesi wisata di Sungai Mudal ini. Bahkan, secara khusus PLN menjadikan ekowisata ini sebagai wisata binaan. ”Sejak dikembangkan oleh PLN, kunjungan wisatawan per hari hanya mencapai 50 orang. Saat ini bisa 300 orang per hari. Peningkatan jumlah pengunjung sangat signifikan,” katanya.

Sementara itu, Supervisor Corporate Social Responsibility (CSR) PT PLN Distribusi Jateng- DIYWildani Permadani menambahkan, PLN ikut mengembangkan potensi wisata di Kulonprogo sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan.

Bantuan PLN

”Khusus pengembangan di Sungai Mudal, PLN sudah melakukan survei sejak 2015. Survei dilakukan untuk melihat potensi yang ada dari sisi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan kelembagaan, ” ujarnya.

Bentuk bantuan yang diberikan PLN misalnya infrastruktur berupa akses jalan ke lokasi, 1.000 bibit pohon pala untuk konservasi air dan mencegah longsor. PLN juga membantu dalam pengelolaan air bersih, membangun tempat ibadah, toilet umum, dan pendampingan pembentukan kelembagaan pemandu wisata, pendampingan konservasi anggrek bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) Fakultas Biologi dan pemasangan papan nama Kawasan Ekowisata Sungai Mudal. ”Sistem bantuan ini akan berkelanjutan.

Total dana yang sudah dikucurkan sekitar Rp 100 juta. Pada tahun ini akan disalurkan lagi khusus untuk ekowisata ini senilai Rp 300 juta. Yang akan digunakan untuk pembangunan jembatan akses naik dan turun bagi pengunjung, bibit anggrek dan lainnya,” katanya.

Deputi Manajer Komunikasi Bina Lingkungan PLN Distribusi Jateng-DIYHardian Sakti Laksana mengatakan PLN Distribusi Jateng- DIY berhasil memenangkan penghargaan lingkungan hidup dalam kategori Penyelamatan Sumber Daya Air dengan nama program Menjaga Sumber Air Sungai Mud

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button