DestinationHeadline NewsMarine TourismTourism

Dispar NTT Kembangkan Wisata Mengamati Paus di Laut Sawu

WIsata fauna menjadi wisata yang paling banyak dicari wisatawan baik mancanegara maupun wisatawan nusantara. Di Nusa Tenggara Timur (NTT) ada wisata paus di Laut Sawu. Untuk menarik banyak wisatawan dating ke Laut Sawu, The Nature Conservancy (TNC) atau Taman Nasional Perairan (TNP) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengembangkan wisata paus di Laut Sawu.

“Selama ini Laut Sawu menjadi tempat atraksi wisata paus yang menjanjikan di masa depan, namun wisata paus belum banyak dikembangkan di perairan Indonesia,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Marius Ardu Jelamu di Kupang, Senin, 8 Mei 2017.

Ada tiga kawasan yang di fokuskan Dispar Provin NTT untuk mengembangkan wisata hewan langkah ini. Ketiga kawasan tersebut yakni Solor-Lewotobi di Kabupaten Florest Timur, Ile Ape-Lamalera di Kabupaten Lembata dan Paket Alor-Pantar di Kabupaten Alor.

Tak hanya menyaksikan langsung kehidupan paus, namun ada tawaran menaik saat mengunjungi Laut Sawu, yakni wisata mengamati paus ini akan dikombinasi dengan budaya, aspek kelautan, reliji dan wisata alam.

“Pemerintah provinsi NTT menyambut baik inisiatif pengembangan wisata ini karena diharapkan mampu mendongkrak pendapatan masyarakat dan pemerintah daerah,” katanya

, Laut Sawu merupakan koridor migrasi bagi paus dan lumba-lumba. Hal ini berdasarkan hasil survei REA (Rapid Ecological Assessment) yang dilakukan TNC beberapa tahun terakhir mengidentifikasi sedikitnya 10 mamalia laut termasuk 14 spesies paus, tujuh spesies lumba-lumba dan satu spesies duyung.

“Wisata paus dan lumba-lumba merupakan industri wisata maritim yang sedang berkembang pesat dan telah dikembangkan di 90 negara,” katanya.

Secara global, wisata itu berhasil menangguk keuntungan hingga Rp1,4 triliun. Di Indonesia, aktivitas itu relatif baru meskipun sebenarnya bisa dikembangkan di wilayah-wilayah seperti Sunda Kecil, Laut Banda dan Raja Ampat.

“Di Laut Sawu, paus berkembang biak sehingga cocok dikembangkan jadi wisata menonton paus,” katanya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button