Goa Jomblang Memancing Ketertarikan Wisatawan Mancanegara
Pesona Goa Jomblang terus menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara (wisman). Hampir tiap hari puluhan wisman menikmati keindahan goa vertikal di Gunungkidul ini. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun mengapresiasi hal tersebut dan turut senang.
“Bagus! Temukan terus sensasi wisata alam, dipadu dengan kekuatan budaya, itu akan semakin sustainable,” ungkap Menpar Arief Yahya.
Menpar Arief Yahya sudah tidak diragukan lagi dalam hal membuat portofolio bisnis. Termasuk di pariwisata di mana dia memecah kedalam 3 kategori yaitu culture (budaya), nature (alam), dan manmade (buatan manusia).
“Kalau bisa menggabungkan tiga unsur kekuatan itu, maka destinasi itu pasti luar biasa,” imbuhnya.
Goa yang terletak di kawasan pegunungan karts di Gunungkidul itu harus dikunjungi dengan dipandu kru Goa Jomblang untuk menuruni pintu goa. Memasuki goa tersebut dilakukan dengan metode Single Rope Technique (SRT). SRT menjadi cara standar dalam menuruni gua vertikal dengan memakai satu tali sebagai lintasan yang dipakai untuk jalan menaiki dan menuruni tempat yang vertikal.
Ketika tiba di dasar Goa Jomblang. terdapat beberapa tumbuhan yang tumbuh subur merimbun. Pada dinding kapurnya ditumbuhi tanaman perdu. Setelah sampai dasar, penjelajah dapat melakukan break dalam sebuah bilik yang terbentuk secara alam. Lalu dilanjutkan perjalanan menyusuri lorong penghubung antara goa Jomblang dengan gua vertikal lainnya yang bernama gua Grubug.
Lorong penghubung ini tampaknya terlihat lebar dengan panjang sekitar 500 meter. Seperti kelihatan mudah tapi perlu kehati-hatian karena jalur tersebut cukup licin.
Pesona dari isi pegunungan karst ini makin terlihat mengesankan apalagi ketika tiba di goa Grubug. Para wisatawan mampu menikmati keindahan yang luar biasa. Ketika berada disana terdapat dua stalagmit yang cukup besar berwarna hijau kecoklatan berdiri tegak di tengah dasar gua Grubug.
Jack yang merupakan salah satu wisatawan asal Singapura mengaku senang dan terkesan ketika memasuki gua vertikal.
“Naik dan turunnya goa sangat menantang. Amazing,” ujar Jack bersama rombongannya.
Goa berdiameter 50 m tersebut mulai dijelajahi ketika di tahun 1984 Acintyacunyata Speleological Club (ASC) melakukan penjelajahan. Disana pun terdapat aliran sungai yang berasal dari Kalisuci yang terletak di sisi sebelah utara dari stalagmit besar tersebut.
Ketika menuju Goa Jomblang wisatawan akan menempuh ke wilayah desa Jetis Wetan, Semanu, Gunungkidul. Atau sekitar 10 km dari kota Wonosari, 40 km dari Kota Yogya. Jalan aspal mulus hingga menjelang 1 km ke lokasi parkir. Selebihnya jalan bebatuan, yang membuat penumpang bergoyang-goyang di atas kendaraan. Seperti jalur off-road yang membuat para wisatawan mancanegara terkesan.

