Group BerAmal 88 Terus Tanamkan Kebaikan Melalui Tradisi Fang Sheng
Patut diapresiasi komitmen Group BerAmal 88 dalam melestarikan dan menjaga satwa liar agar tetap berkembang di habitat alaminya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui tradisi Fang Sheng di Sungai Cisadane, Tangerang, Banten, Minggu sore (22/10/2023).
Tradisi Fang Sheng merupakan tradisi pembebasan satwa liar yang sebelumnya ditangkap atau ditahan dalam penangkaran.
Tradisi Fang Sheng memiliki akar yang dalam dalam agama Buddha. Dalam ajaran Buddha, nilai-nilai keseimbangan dan penyelamatan semua makhluk hidup sangat ditekankan. Menurut ajaran tersebut, melepaskan makhluk hidup dari penderitaan adalah tindakan yang sangat baik.

Tradisi ini dipimpin langsung Ketua BerAmal 88 Deffry Boy dan dihadiri sejumlah anggota BerAmal 88. Hewan yang dilepaskan sebanyak ratusan ekor yang terdiri dari katak, kura-kura, pio atau kura-kura moncong babi, dan biawak . Bahkan ada beberapa kura-kura dengan berat mencapai 30 KG sampai 45 KG yang ikut dilepas ke alam
Hewan-hewan tersebut diselamatkan oleh Deffry Boy saat ingin dipotong dengan cara membelinya di Kawasan Petak 9, Pancoran Glodok, Jakarta Barat. Setelah dibeli, hewan-hewan tersebut dibawa ke Sungai Cisadane untuk dilepas ke alam.

Sebelum melepas, Deffry Boy memanjatkan doa agar hewan yang dilepas dapat menjaga diri sehingga tidak Kembali diambil orang untuk diperjual belikan. Doa dalam Tradisi Fang Sheng tidak hanya mengiringi tindakan pembebasan satwa liar, tetapi juga menciptakan hubungan spiritual antara manusia, alam, dan makhluk hidup.
Praktik ini mendorong setiap manusia untuk menjalani nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan konservasi dalam tindakan nyat. Dengan demikian, doa dalam Tradisi Fang Sheng menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan makhluk hidup.

Deffry Boy mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan Kesehatan, rezeki dan kemudahan bagi dirinya bersama anggota BerAmal 88 untuk berbuat baik melalui kegiatan Fang Sheng ini.
“Saya mengucapkan syukur dan terima kasih pada Tuhan, saya dan anggota BerAmal 88 diberi waktu, sehingga saya bisa melakukan hal-hal kecil baik. Semoga apa yang kami lakukan hal baik bisa terkondisi dengan baik juga dan melepaskan makhluk hidup ini, kita mengharapkan ya Semoga semua mahluk hidup Bahagia,” kata Deffry Boy saat diwawancarai tim liputan EL JOHN Media.

Deffry Boy menegaskan Tradisi Fang Sheng dapat dilakukan kapanpun dan tidak harus menunggu tanggal baik. Yang terpenting semua yang dibutuhkan sudah siap sehingga dapat dilakukan segera mungkin.
“ Orang-orang mungkin melihat tanggal 1 atau tanggal 15 lunar Imlek, tapi kalau menurut pribadi saya, kita melakukan kebaikan tidak melihat hari apa, setiap hari adalah baik,” tegas Deffry Boy

Pada kesempatan ini, Deffry Boy menyampaikan terima kasih atas dukungan dari anggota BerAmal 88 sehingga tradisi Fang Shen dapat berjalan lancar. Menurutnya, dukungan dari anggota BerAmal 88 sangat berarti untuk kesuksesan kegiatan amal ini.
“Dalam group saya BerAmal 88, itu benar-benar luar biasa. Saya belum ada jadwal untuk Fang Shen, mereka sudah tanya Ko Aliong ada melepaskan makhluk hidup, saya bilang pasti akan saya lakukan. Banyak dukungan yang dilakukan teman-teman BerAmal 88 baik dalam bentuk dana, doa dan tenaga. Apalagi Ibu Laoma ini dukunganya luar biasa gede-gede, sampai dia dapat meluangkan waktu disaat sibuk-sibuk masih tetap ke sini,” tutur Deffry Boy.

Di penghujung wawancara, Deffry Boy berharap, hewan yang dilepas dapat hidup bebas tanpa ada orang yang mengambilnya.
“Semoga doa saya dapat terkabul sehingga para makhluk hidup yang saya lepas tidak diambil orang lagi,” harap Deffry Boy
Tradisi Fang Shen yang dilakukan Group BerAmal 88 tidak akan berhenti disini dan akan terus dilakukan. Tidak menutup kemungkinan, ke depan tradisi Fang Sheng akan digelar lebih besar lagi.
