Gubernur Anies Apresiasi Pihak Yang Terlibat Dalam Penanganan Banjir di Jakarta
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan musibah banjir di beberapa titik di Jakarta. Pihak yang terjun langsung membantu penanganan musibah ini di antaranya dari unsur jajaran Pemprov DKI Jakarta, badan terkait, swasta, Lembaga sosial hingga masyarakat.
Gubernur Anies telah melihat pihak-pihak yang berempati membantu para korban banjir, baik yang dilakukan secara individu maupun kelompok.
“Saya menyaksikan ada keluarga bawa kendaraan yang berhenti di lokasi genangan. Lalu menurunkan boks makanan, menyerahkan dan lalu pergi lagi. Tanpa ada upacara, tanpa ada dokumentasi, semata-mata membantu saudara. Ini terjadi begitu banyak. Peristiwa ini menggambarkan bahwa begitu banyak orang baik yang membantu sesama di masa penuh cobaan sekarang ini. Apalagi kita dalam suasana pandemi,” kata Gubernur Anies saat meninjau pintu air Manggarai, Jakarta Selatan pada Minggu (21/2/2021).
Dalam kunjungannya, Gubernur Anies didampingi antara lain Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali beserta jajarannya, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Yusmada Faisal, Plt Asisten Pemerintahan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, Serta Plt Asisten Kesra, Suharti; Asisten Perekonomian dan Keuangan DKI, Sri Haryati.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Anies juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada masyarakat yang meninggal akibat musibah banjir ini. Seperti diketahui ada lima korban jiwa, yang didominasi anak-anak yang sedang bermain saat kejadian berlangsung.
“Saya memberikan instruksi kepada seluruh jajaran dan meminta masyarakat apabila menyaksikan anak-anak bermain di kawasan yang sedang ada genangan, maka ditegur, diajak untuk berhenti. Karena bermain di sana sangat berisiko. Ada lubang, arus yang tak terduga, akhirnya terjadilah peristiwa yang tidak kita inginkan. Maka jangan pandang itu seperti anak orang lain, pandanglah seperti anak kita sendiri. Sehingga kita bisa ambil tanggung jawab untuk mengingatkan menegur dan menghentikan agar tidak ada kejadian seperti kemarin,” jelas Gubernur Anies.
Selain itu, Gubernur Anies juga menggambarkan update kondisi di lapangan terkait kawasan yang telah mengalami penyusutan, karena penanganan oleh petugas berjalan dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari permukaan sungai Ciliwung, kali Krukut, dan kali Sunter sejak tadi pagi telah berada di posisi normal.
“Jadi tadi pagi, kiriman air dari luar Jakarta dari kawasan tengah dan hulu sudah berkurang. Dan proses pemompaan berjalan terus hingga menjelang subuh. Sehingga kita bisa menyaksikan pagi ini jalan-jalan itu semua sudah kering dan bisa dilewati kendaraan dengan baik. Alhamdulillah per siang ini kondisi sudah jauh lebih terkendali,” pungkas Gubernur Anies.
Berdasarkan data dari BPBD hingga Minggu (21/2/2021) pukul 15.00, terdapat 15 RW, terdiri dari 29 RT yang masih terdampak, dari total 30.470 RT yang ada di Jakarta, atau 0,095 %. Angka tersebut menurun jika dibandingkan kemarin, Sabtu (20/2/2021) wilayah terdampak sempat mencapai 113 RW, terdiri dari 342 RT. Sementara jumlah pengungsi sebanyak 1.332 jiwa dari 384 KK, semuanya dari wilayah Jakarta Timur, dengan 9 lokasi pengungsian. Angka tersebut juga telah menurun dari kemarin yang mencapai 3.311 jiwa pengungsi, tersebar di 44 lokasi pengungsian.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Jika terjadi keadaan darurat dapat menghubungi Call Center 112. Serta melaporkan jika menemukan genangan/banjir melalui aplikasi JAKI dan peta bencana, dan masyarakat diimbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan 3M.