Headline News

Gubernur Khofifah Gelar Takbiran Bersama Warga Jatim di Lima Benua

 

Meski dalam suasana  pandemi Covid-19, takbiran yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) tetap berjalan.  Gelaran takbiran itu, digelar secara online via aplikasi zoom pada Sabtu malam (23/5/2020), . Bukan hanya warga yang ada di Jatim, namun takbiran bersama Gubernur Jatim  Khofifah Indar Parawansa ini, juga digelar kepada warga Jatim di lima benua yakni di  Hongkong, Jerman, Australia, Maroko dan Amerika Serikat.

Sementara itu, takbiran secara online juga diikuti oleh sejumlah tim medis di Rumah Sakit Dr. Soetomo Milik Pemprov Jatim, tim check point PSBB di Bundaran Waru, TNI/Polri, Bupati Sampang H Slamet Junaidi, Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari, dan Walikota Mojokerto Hj Ita Puspitasari.

 

Gubernur Khofifah mengucapkan terima kasih kepada warga Jatim yang berada di negara lain. Meski jauh, namun suasana silaturahmi saat malam takbiran ini bergitu terasa, sehingga hubungan sesama warga Jatim dapat diperkuat.

 

 “Tetap meriah, tetap semarak meskipun pelaksanaannya dilakukan dengan cara berbeda. Kita manfaatkan semua fasilitas teknologi yang dimiliki,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Sabtu malam (23/5/2020).

 

 

 Ketua DPD RI La Nyala Mataliti, Wagub Jatim Emil Dardak, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Kapolda Irjen Pol M Fadil, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto, dan Kepala Kanwil Kemenag Jatim serta Kajati Jatim juga ikut serta dalam acara tersebut.

 

 “Semua elemen kami coba rangkul ikut serta, termasuk paguyuban-paguyuban warga Jatim yang ada di Jakarta dan tidak bisa mudik tahun ini,” ujarnya.

 

 Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim sendiri telah secara tegas melarang takbiran keliling guna mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19. Khofifah juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan tradisi lebaran berupa bersalaman secara langsung di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19).

 

 “Untuk sementara, selama pandemi ini belum berakhir sebaiknya tidak melakukan kontak fisik, berupa jabat tangan maupun “cipika-cipiki”. Sebagai gantinya bisa melakukannya dengan telepon, whatsapp, sms, video call, dan lain sebagainya,” ujarnya.

 

 Menurut Khofifah, kondisi pandemi ini sangat berbahaya jika ada kerumunan dan kontak fisik. Khofifah juga meminta untuk tidak melakukan tradisi berkunjung ke sanak saudara saat Lebaran. (Sumber Pemprov Jatim)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close