Gubernur Pramono Kumpulkan Camat dan Lurah Perkuat Sinergi Hadapi Libur Nataru dan Cuaca Ekstrem

0
siaranpers_pemprov_dki-20251203125359_sd6cdd_706

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Townhall Meeting bersama para camat, lurah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/12/2025). Dalam forum tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memperkuat kolaborasi menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), sekaligus menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem pada Desember 2025 hingga Januari 2026.

Pramono menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban ibu kota tidak mungkin dicapai hanya oleh pimpinan tingkat provinsi.

“Jakarta tidak bisa dijaga hanya oleh gubernur, kapolda, atau pangdam. Semua unsur harus bekerja bersama. Koordinasi di tiap level adalah kunci. Bahkan gerakan Jaga Jakarta kini menjadi percontohan nasional,” ungkapnya.

Ia meminta camat, lurah, dan Forkopimcam untuk meningkatkan kehadiran di lapangan, memberikan komunikasi publik yang jelas kepada warga, menjaga kebersihan dan ketertiban, serta memastikan layanan dasar berjalan optimal tanpa pungutan liar.

“Citra kota yang baik, ruang publik yang tertata, dan pembangunan yang berorientasi global harus mulai dirasakan sejak sekarang,” ujar Pramono.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyoroti sejumlah pekerjaan kota yang masih tertunda. Salah satunya pembersihan tiang monorel di Jalan Rasuna Said yang akan dimulai Januari 2026 dan disusul pembangunan pedestrian serta RTH. Ia menyebutkan pembenahan tersebut diperkirakan dapat menurunkan kemacetan hingga 14 persen. Selain itu, penyelesaian lahan Sumber Waras disebut telah memasuki titik final.

Terkait ancaman cuaca ekstrem, Pramono mengingatkan bahwa intensitas hujan diperkirakan mencapai 300 mm. Ia meminta Dinas Sumber Daya Air menyiapkan pompa secara penuh, mempercepat proses normalisasi sungai seperti Ciliwung dan Krukut, serta memastikan seluruh saluran berfungsi dengan baik.

BPBD pun diminta mengaktifkan sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan bencana, sementara lurah dan camat diminta memaksimalkan koordinasi dengan masyarakat.

“Jika diperlukan, tempat ibadah seperti masjid atau gereja bisa digunakan sebagai sarana penyampaian peringatan. Yang paling penting, kalian harus hadir di lapangan karena kehadiran itu yang menenangkan warga,” tegasnya.

Pramono lalu mengingatkan bahwa lurah dan camat menjadi wajah terdepan Pemprov DKI dalam memberikan pelayanan masyarakat.

“Camat dan lurah adalah kepanjangan tangan gubernur. Baik buruknya citra Jakarta sangat bergantung pada kerja kalian,” ujarnya.

Menjelang Nataru, ia meminta seluruh wilayah melakukan persiapan kegiatan secara meriah dan aman. Gubernur mendorong pusat kegiatan tetap dipusatkan di jalur protokol seperti Sudirman–Thamrin, Gatot Subroto, serta kawasan Monas, dengan dukungan pengamanan maksimal.

“Saya adalah gubernur bagi semua agama. Semua warga Jakarta harus dirangkul. Termasuk tadi malam saya hadir di Reuni 212. Kita bangun Jakarta bersama,” tutup Pramono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *