Gubernur Pramono: “Mudik ke Jakarta” Gerakkan Ekonomi Hingga Rp21 Triliun

0
siaranpers_pemprov_dki-20260325121227_hgep6i_549

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sedang melakukan jumpa pers usai acara Halalbihalal Idulfitri 1447 H untuk lingkungan Pemprov DKI Jakarta (Foto: Diskominfotik DKI Jakarta)

El John News, Jakarta-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat peningkatan signifikan mobilitas masyarakat selama periode Idulfitri 1447 Hijriah, seiring dengan pelaksanaan program “Mudik ke Jakarta”. Program ini dinilai berhasil mendorong kunjungan wisata sekaligus meningkatkan penggunaan transportasi publik di Ibu Kota.

Lonjakan aktivitas terlihat dari ramainya sejumlah destinasi wisata serta meningkatnya jumlah penumpang moda transportasi seperti MRT dan LRT. Kondisi ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berkunjung dan beraktivitas di Jakarta selama libur Lebaran.

Gubernur Pramono Anung menyampaikan bahwa program tersebut tidak hanya berdampak pada pergerakan masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Program Mudik ke Jakarta tidak hanya mendorong pergerakan ekonomi, tetapi juga meningkatkan penggunaan transportasi publik secara signifikan,” ujar Gubernur Pramono saat menghadiri halalbihalal Idulfitri bersama ASN di Pendopo Balai Kota, Rabu (25/3/2026).

Dari sisi transportasi, jumlah pengguna MRT tercatat mencapai 135.117 penumpang atau meningkat sekitar 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, LRT juga mengalami kenaikan dengan total 9.987 penumpang atau tumbuh sekitar 6 persen.

ASN Pemprov DKI Jakarta sedang mengantri untuk melakukan halalbihalal dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, 25 Maret 2026 (Foto: Diskominfotik DKI Jakarta)

Di sektor pariwisata, sejumlah destinasi favorit mencatat lonjakan pengunjung. Kawasan Monumen Nasional atau Monas dikunjungi lebih dari 126 ribu orang, Kebun Binatang Ragunan mencapai hampir 223 ribu pengunjung, dan Ancol Taman Impian mencatat sekitar 155 ribu wisatawan selama masa libur Lebaran.

“Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menikmati Jakarta sebagai destinasi wisata sekaligus kota aktivitas”

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari sektor transportasi, pariwisata, hingga perhotelan.

Dari sisi ekonomi, nilai transaksi program “Mudik ke Jakarta” sebelum Lebaran telah mencapai sekitar Rp21 triliun dan diproyeksikan dapat melampaui Rp25 triliun hingga akhir Maret.

“Sampai sebelum Lebaran, nilai transaksi program ini mencapai sekitar Rp21 triliun. Kami berharap hingga 31 Maret dapat melampaui Rp25 triliun,” ujarnya.

Sejumlah daerah juga turut berkontribusi dalam program ini melalui promosi, dengan catatan transaksi dari beberapa kota seperti Semarang dan Surabaya yang mencapai miliaran rupiah.

Pemprov DKI memastikan peningkatan mobilitas tersebut tetap diimbangi dengan pelayanan publik yang optimal selama masa mudik dan Lebaran.

“Selama periode mudik hingga Lebaran, pelayanan publik berjalan baik dan tidak ada keluhan signifikan dari masyarakat,” tutur Gubernur Pramono.

Sejumlah petugas Damkar sedang halalbihalal dengan pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, 25 Maret 2026 (Foto: Diskominfotik DKI Jakarta)

Selain itu, pemerintah daerah tetap menerapkan kebijakan fleksibilitas kerja, baik work from office maupun work from anywhere, guna menjaga kesinambungan pelayanan kepada masyarakat.

“Pengaturan ini bertujuan menjaga keberlanjutan layanan publik agar tetap berjalan baik. Kami memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu meski ada fleksibilitas kerja,” tuturnya.

Gubernur Pramono menegaskan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang dan beraktivitas, selama memiliki kesiapan untuk berkontribusi secara positif.

“Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi harus diimbangi kesiapan dan kapasitas untuk bekerja. Kami ingin setiap orang yang datang dapat berkontribusi positif,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *