Pemprov DKI Tegaskan Komitmen Tekan Kasus TBC dan DBD

0
siaranpers_pemprov_dki-20260105130118_uf2yug_181

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan Tuberkulosis (TBC) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) sebagai bagian dari upaya menekan angka kasus dua penyakit tersebut di Ibu Kota. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang menekankan pentingnya kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (5/12), Rano Karno menyampaikan bahwa penanganan TBC menjadi perhatian serius pemerintah daerah sejalan dengan arahan pemerintah pusat. Ia menilai percepatan pengendalian TBC harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Penanganan TBC tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama karena juga menjadi perhatian Presiden. Sejumlah langkah sudah kita jalankan, dan prosesnya terus kita percepat,” ujar Rano.

Menurutnya, upaya pengendalian TBC membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga partisipasi aktif masyarakat. Deteksi dini, pengobatan yang tuntas, serta edukasi kepada warga dinilai menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit tersebut.

Rano menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta telah mengimplementasikan berbagai program penanganan TBC di sejumlah wilayah dengan melibatkan puskesmas, rumah sakit, serta tenaga kesehatan. Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi warga, khususnya kelompok rentan.

“Kami ingin memastikan penanganan berjalan optimal, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Dukungan tenaga medis dan kesadaran warga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini,” tegasnya.

Selain TBC, Rano Karno juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus DBD, terutama saat memasuki musim hujan. Ia menilai perubahan cuaca dan meningkatnya curah hujan sering kali memicu bertambahnya tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Memasuki musim hujan, risiko DBD biasanya meningkat. Jakarta masih berada di posisi yang cukup tinggi, sehingga perlu penanganan bersama dan langkah pencegahan yang lebih masif,” katanya.

Wagub menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah DBD melalui penerapan gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memusnahkan barang-barang bekas yang berpotensi menampung air.

Ia juga mengingatkan bahwa kelalaian kecil di lingkungan rumah dapat menjadi faktor munculnya sarang nyamuk penyebab DBD. Oleh karena itu, kedisiplinan dan kepedulian warga sangat dibutuhkan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Rano Karno turut menegaskan optimalisasi peran juru pemantau jentik (Jumantik) sebagai ujung tombak pengawasan di tingkat lingkungan. Keberadaan Jumantik dinilai sangat penting dalam memantau dan memutus siklus perkembangbiakan nyamuk di permukiman warga.

“Tim Jumantik menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan DBD. Perannya harus terus diperkuat agar pengawasan di lingkungan berjalan konsisten,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *