Gubernur Riau Ingin Natuna Miliki SMK Negeri Pariwisata
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun memiliki komitmen untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di sektor pariwisata. SDM ini, dapat dicetak jika semua sarana dan prasarana memadai. Hal tersebut disampaikan Gubernur Nurdin di sela-sela kunjungannya ke Taman Tourism Information Center (TIC) Natuna, Sabtu (2/3/2019).
Gubernur Nurdin berada di Kabupaten Natuna sejak Jumat (1/3) kemarin. Kedatangannya di tempat itu dalam rangka rangka menghadiri Penutupan Turnamen Galatama Cup 2019 yang dimulai sejak Januari lalu.
Gubernur Nurdin menyebut, Natuna memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan SDM. Karena itu, ia ingin agar Natuna memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pariwisata. Keberadaan SMK Pariwisata dapat berkontribusi besar terhadap pengembangan pariwisata Natuna., apalagi Kabupaten natuna bertabur destinasi dan atraksi wisata yang bisa menarik wisatawan, dalam maupun luar negeri.
“Di sini Pemandangan nya bagus-bagus sekali, penuh dengan pantai bebatuan granit. Saya ingin ada SMK Negeri Pariwisata di Kab Natuna untuk mencetak SDM untuk pengelolaan Wisata Natuna di kemudian hari” ujar Gubernur Nurdin, Sabtu (2/3/2019).
Di TIC, Nurdin dan rombongan Nampak rileks menikmati suguhan pemandangan alam yang indah. Apa lagi pantai suguhan panti bertabur batu granit yang unik tiada duanya. Keindahan natuna bahkan sempat membuantnya menjadi lokasi syuting sebuah film nasional berjudul ‘Jelita Sejuba’ yang rilis tahun 2018 silam.
Keinginan Gubernur Nurdin ini sejalan dengan tujuan Kementerian Pariwisata dalam mengembangkan SDM pariwisata. Pada saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) I tahun 2019 yang gelar 28 Februari-1 Maret 2019 di Jakarta, Menteri Pariwisata Arief Yahya meluncurkan Program One GM One SMK.
Program One GM (General Manager) One SMK merupakan upaya untuk memenangkan kompetisi global di era industri 4.0. Program ini juga merupakan implementasi dari program 3 C (curriculum, certification, dan centre of execellence) untuk meningkatkan mutu sesuai dengan standar global.
Selain itu implementasi SMK sesuai dengan Inpres Nomor 9 Tahun 2016 untuk meningkatkan standar sesuai dengan kebutuhan industri dengan menambah SDM guru yang berasal dari industri dan praktisi.
