Guna Kembangkan Pariwisata, ITTA Foundation Gelar Indonesia Tourism Summit 2019

0
20191217_112406

ITTA Foundation pada Selasa (17/12/2019) menyelenggarakan Indonesia Tourism Summit (ITS) 2019 di Anex Building. ITS yang pertama kali digelar ini, mengambil tema “New Tourism Perspective for Big Impact in Economy”.

Dalam acara ini, ditampilkan tiga diskusi panel yang membahas permasalahan pariwisata dari nara sumber yang kompeten. Ke tiga diskusi itu yakni diskusi membahas perjalanan wisata, MICE dan teknologi. Nara Sumber yang dihadirkan di antaranya CEO TX Travel Anton Thedy, Managing Director Penglipuran Tourism Village, Director General of Islamic Tourism Center Dato Sri Abdul Khani Daud dan Division Head of Industry Development Kadin Wisnu Budi Sulaeman.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengapresiasi penyelenggaraaan ITS 2019 ini. Wishnutama berharap, acara ini mampu memberikan kontribusi kepada pembangunan pariwisata dan juga ekonomi kreatif ke depannya.

“Pariwisata dan ekonomi kreatif akan dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman, ke depannya paradigma pembangunan pariwisata hanya berprientasi pada kuantitas namun juga berkualitas. Tujuannya untuk menjadikan pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar dan memberikan nilai tambah bagi ekosistem dunia ekonomi kreatif,” kata Wishnutama.

Founder ITTA Foundation Panca R Sarungu mengatakan acara ini, dihadiri 20 persen dari industri pariwisata, 30 persen dari kalangan asosiasi dan yang terbanyak dari milenial sebanyak 60 persen.

“Ini adalah kalangan milenial. Mereka para mahasiswa dan mahasiswi dari Binus, ada dari Trisakti dan 10 universitas lainnya. Dan ini merupakan bukti, bahwa kaum muda tertarik dengan industri pariwisata, dimana yang akan datang menjadi perekonomian kedepan,” kata Panca dalam sambutannya.

Panca mengatakan, ITS 2019 digelar untuk memperkuat sinergitas antar industri pariwisata dan juga untuk mendukung program Pemerintah. Disadari bahwa pariwisata merupakan sektor yang membutuhkan kolaborasi yang solid yang dapat menuai hasil yang maksimal.

“Kita melihat ini, tidak bisa kerja sendiri harus ada kerjasama antar asosiasi dan juga stakeholder lainnya untuk membawa Indonesia di era baru dalam tourism. Ini juga sejalan dengan visi Presiden Jokowi, muaranya adalah Indonesia maju,” ujar Panca.

Hasil dari diskusi ini, nantinya akan diserahkan kepada Menparekraf sebagai rekomendasi untuk mengembangkan pariwisata nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *