Guna Menangkan Persaingan, Indonesia Harus Gesit dan Cepat Tarik Investor

0
_DSC0692

Indonesia kini dihadapi dengan kompetisi  yang sangat ketat dalam menarik investor di negara-negara di kawasan Asia Tenggara.  Bahkan  Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebut  Indonesia kini berada di belakang Thailand, Vietnam dan Malaysia. Bukan hanya tiga negara itu saja, Indonesia juga terancam kalah dari Filipina.

“Kita sangat mengakui persaingan regional seperti Bapak Presiden sudah utarakan blak-blakan  investasi internasional sudah kalah dengan Thailand,  Vietnam dan Malaysia  bahkan bisa terancam kalah dengan Filipina. yang lebih jelas lagi  ekspor kita non migas, bahkan migas dan non migas kalo di gabung baik ekspor  total udah kalah juga dengan  Thailand dan Vietnam  dan  bahkan Malaysia,” ujar Thomas.

Menurut mantan Menteri Perdagangan ini, investasi menjadi acuan untuk meningkatkan ekspor. Negara yang banyak menarik investor maka sudah dapat dipastikan   negara tersebut dapat mendongkrak  laju ekspor-nya.

“Investasi itu adalah   hulunya ekspor. Orang investasi dulu, bangun pabrik, pabrik itu produksi  baru ada barang yang bisa di ekspor. Jadi kalo kita terus kalah dari sisi investasi 10 tahun dari sekarang  kita akan lebih kalah lagi di sisi ekspor,” tutur Thomas.

Thomas tak mengelak jika saat ini persaingan untuk menarik investor sangat begitu ketat dan Indonesia bukan hanya dihadapkan dengan persaingan regional namun sudah Internasional. Banyak negara-negara  diluar Asia Tenggara, khususnya Timur Tengah yang  telah mereformasi sistem kebijakan ekonominya.

“Misalnya  reformasi-reformasi social ekonomi yang sedang berjalan di Saudi Arabia itu luar biasa. Tidak ada orang yang bisa membayangkan Saudi Arabia mengizinkan wanitanya  untuk nyetir mobil, apalagi nonton film ke bisokop apalagi nonton konser musik. Sekarang sudah boleh  dan mereka sudah mengundang investor-investor internasional  ke sektor-sektor seperti perbioskopan,” kata Thomas.

Karena itu, yang dibutuhkan Indonesia adalah kecepatan  dalam menarik investor. “Jadi seperti Bapak Presiden sampaikan  kalo kita tidak gesit dan cepat kita akan ketinggalan. Kita menjadi negara yang  tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga yang  lima tahun yang lalu masih jauh di belakang Indonesia.,” tegas Thomas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *