Guna Menangkan Persaingan, Indonesia Harus Gesit dan Cepat Tarik Investor
Indonesia kini dihadapi dengan kompetisi yang sangat ketat dalam menarik investor di negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Bahkan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebut Indonesia kini berada di belakang Thailand, Vietnam dan Malaysia. Bukan hanya tiga negara itu saja, Indonesia juga terancam kalah dari Filipina.
“Kita sangat mengakui persaingan regional seperti Bapak Presiden sudah utarakan blak-blakan investasi internasional sudah kalah dengan Thailand, Vietnam dan Malaysia bahkan bisa terancam kalah dengan Filipina. yang lebih jelas lagi ekspor kita non migas, bahkan migas dan non migas kalo di gabung baik ekspor total udah kalah juga dengan Thailand dan Vietnam dan bahkan Malaysia,” ujar Thomas.
Menurut mantan Menteri Perdagangan ini, investasi menjadi acuan untuk meningkatkan ekspor. Negara yang banyak menarik investor maka sudah dapat dipastikan negara tersebut dapat mendongkrak laju ekspor-nya.
“Investasi itu adalah hulunya ekspor. Orang investasi dulu, bangun pabrik, pabrik itu produksi baru ada barang yang bisa di ekspor. Jadi kalo kita terus kalah dari sisi investasi 10 tahun dari sekarang kita akan lebih kalah lagi di sisi ekspor,” tutur Thomas.
Thomas tak mengelak jika saat ini persaingan untuk menarik investor sangat begitu ketat dan Indonesia bukan hanya dihadapkan dengan persaingan regional namun sudah Internasional. Banyak negara-negara diluar Asia Tenggara, khususnya Timur Tengah yang telah mereformasi sistem kebijakan ekonominya.
“Misalnya reformasi-reformasi social ekonomi yang sedang berjalan di Saudi Arabia itu luar biasa. Tidak ada orang yang bisa membayangkan Saudi Arabia mengizinkan wanitanya untuk nyetir mobil, apalagi nonton film ke bisokop apalagi nonton konser musik. Sekarang sudah boleh dan mereka sudah mengundang investor-investor internasional ke sektor-sektor seperti perbioskopan,” kata Thomas.
Karena itu, yang dibutuhkan Indonesia adalah kecepatan dalam menarik investor. “Jadi seperti Bapak Presiden sampaikan kalo kita tidak gesit dan cepat kita akan ketinggalan. Kita menjadi negara yang tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga yang lima tahun yang lalu masih jauh di belakang Indonesia.,” tegas Thomas.
