Hadapi Fenomena Sampah Laut, Ancol Terapkan Langkah Antisipatif dan Ajakan Untuk Bersama Menjaga Kebersihan

0
siaranpers_pemprov_dki-20250302145326_83j1m3_788

Sejak akhir Januari hingga awal Maret 2025, kawasan wisata Pantai Ancol Taman Impian di Jakarta Utara telah menghadapi fenomena kiriman sampah dari laut. Meskipun ada penurunan dalam jumlah sampah yang datang, fenomena ini masih berlanjut hingga awal bulan Maret, meski dalam intensitas yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Fenomena kiriman sampah laut ini, menurut pihak manajemen, merupakan hal yang biasa terjadi, terutama pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi.

Ariyadi Eko Nugroho, Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, mengungkapkan bahwa meskipun kondisi ini menjadi tantangan dalam pengelolaan kawasan wisata, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan menyiagakan puluhan tenaga kebersihan yang selalu siap sedia. Tim kebersihan ini dilengkapi dengan jaring khusus yang digunakan untuk menangkap sampah yang mengapung di perairan maupun yang terdampar di bibir pantai.

Selain itu, tim darat juga melakukan pembersihan rutin di sekitar kawasan pesisir, sehingga para pengunjung tetap dapat menikmati keindahan pantai yang bersih dan nyaman. “Kami menyadari bahwa fenomena kiriman sampah laut ini menjadi salah satu kendala dalam pengelolaan kawasan wisata. Namun, kami juga telah melakukan berbagai langkah antisipatif, termasuk menyiagakan 30 tenaga kebersihan untuk mengatasi masalah ini,” ujar Eko saat memberikan keterangan di Jakarta pada Minggu (2/3/2025).

Selain langkah-langkah pembersihan yang dilakukan setiap hari, Ancol juga memiliki fasilitas pengelolaan sampah mandiri yang terletak di ujung timur kawasan rekreasi. Di fasilitas ini, berbagai jenis sampah dipilah dan dikelola secara terpisah. Sampah organik, seperti sisa makanan, diolah menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk keperluan penghijauan di area sekitar. Sedangkan sampah plastik, setelah dipadatkan, didistribusikan kepada vendor pengolah sampah plastik untuk diolah lebih lanjut.

Eko menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang dilakukan di Ancol ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pihak pengelola untuk menjaga kelestarian lingkungan. “Melalui fasilitas pengelolaan sampah ini, kami berharap dapat mengurangi dampak negatif dari sampah yang masuk ke laut dan menjaga pantai tetap bersih. Ini adalah upaya berkelanjutan yang akan terus kami lakukan,” tambah Eko.

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, Ancol juga mengajak seluruh pengunjung untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan kawasan wisata. Eko menegaskan bahwa menjaga kebersihan kawasan pantai dan laut bukan hanya merupakan tugas petugas kebersihan semata, tetapi juga tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, pihak pengelola Ancol mengajak wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan dan untuk selalu mematuhi aturan yang ada demi kenyamanan bersama.

“Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan kawasan ini agar Ancol tetap menjadi destinasi wisata yang nyaman dan ramah lingkungan. Kami berharap pengunjung dapat berpartisipasi dengan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga suasana pantai tetap bersih dan nyaman,” tutup Eko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *