Hermawan Kartajaya: 2026 Menuntut SDM Kreatif, Inovatif, dan Berjiwa Entrepreneur

0
WhatsApp Image 2025-12-12 at 18.34.40

Founder & Chair of MCorp, Hermawan Kartajaya, menegaskan bahwa 2026 akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi dunia pemasaran dan bisnis di Indonesia. Pesan tersebut ia sampaikan dalam paparannya berjudul “Indonesia Marketing Outlook 2026” pada hari kedua MarkPlus Conference 2026 yang digelar di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, Kamis (11/12/2025).

Pertemuan tahunan dunia marketing terbesar di Asia ini dihadiri oleh beragam pemimpin industri, praktisi pemasaran, akademisi, hingga para pelaku usaha dari berbagai sektor. Tak ketinggalan sejumlah Putri binaan Yayasan EL JOHN Indonesia juga ikut hadir memeriahkan acara.

Dalam sesi tersebut, Hermawan menyoroti perubahan besar pada karakteristik tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan. Ia menekankan bahwa organisasi tidak lagi bisa bergantung pada jumlah karyawan yang besar, tetapi harus bergerak menuju sumber daya manusia yang benar-benar produktif, kreatif, dan adaptif.

“Tantangannya sekarang bukan sekadar banyak orang, tapi bagaimana orang itu produktif. Namun produktivitas saja tidak cukup—kalau tidak kreatif, tidak akan bisa bersaing,” ujar Hermawan.

Ia menjelaskan bahwa perusahaan harus bertransformasi dari pola PIPM (Productivity Improvement Professional Management) menuju CIEL, akronim dari Creative, Innovative, Entrepreneurial Leaders. Model ini, menurutnya, menjadi fondasi bagi perusahaan untuk tetap relevan dalam era disrupsi yang semakin cepat.

“Perusahaan sekarang harus diisi orang-orang CIEL: kreatif, inovatif, dan berjiwa entrepreneurial. Itu tantangan besar ke depan,” lanjutnya.

Hermawan juga menekankan bahwa ekosistem kerja global kini bergerak menuju performance-based economy, di mana seseorang dinilai dan dibayar, berdasarkan hasil kerjanya, bukan sekadar kehadiran atau lamanya bekerja. Ia mengambil contoh dari platform transportasi digital.

“Lihat saja driver Grab. Tidak ada hasilnya, ya tidak dibayar. Ini realitas yang makin luas terjadi di semua sektor,” katanya.

Hermawan juga mengkritik pola kerja lama yang hanya mengutamakan kepatuhan tanpa inisiatif. Menurutnya, profesional masa kini harus proaktif, kreatif, dan mampu mengambil langkah meski tanpa instruksi eksplisit.

“Waktu jadi profesional jangan cuma ‘nurut’. Disuruh, ya jalan. Nggak disuruh, ya diam. Itu merugikan diri sendiri. Dunia sekarang menuntut kreativitas, inovasi, dan entrepreneurship,” tegasnya.

Menutup paparannya, Hermawan mengingatkan bahwa 2026 merupakan tahun yang perlu disikapi dengan kewaspadaan sekaligus kesiapan mental untuk berubah.

“Pesan saya untuk 2026: hati-hati, tapi siapkan diri. Dunia bergerak cepat. Yang bertahan adalah mereka yang kreatif, inovatif, dan punya jiwa entrepreneurial,” pungkasnya.

Pada hari kedua pelaksanaannya, MarkPlus Conference 2026 kembali menjadi panggung apresiasi bagi para pelaku pemasaran terbaik di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, panitia menyelenggarakan penganugerahan dua penghargaan bergengsi: Marketeer of The Year Indonesia 2025 dan Immortal Marketeer Award 2025.

Kedua penghargaan ini diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai telah memberikan kontribusi signifikan dalam mendorong kemajuan dunia pemasaran nasional. Mereka tidak hanya menunjukkan performa unggul di organisasi masing-masing, tetapi juga berperan aktif dalam membawa praktik pemasaran Indonesia ke tingkat yang lebih maju, relevan, dan berdaya saing global.

Penganugerahan ini sekaligus menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi mereka dalam menghadirkan inovasi, memimpin perubahan, dan menginspirasi para praktisi pemasaran di berbagai sektor. Melalui penghargaan tersebut, MarkPlus berharap semakin banyak tokoh dan perusahaan yang terdorong untuk terus berinovasi dan memberikan dampak positif bagi ekosistem pemasaran Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *