Perayaan Natal Untar 2025 Jadi Momentum Penguatan Nilai Kemanusiaan di Kampus

Universitas Tarumanagara (Untar) kembali menggelar perayaan Christmas Carol sebagai bagian dari rangkaian menyambut Natal dan Tahun Baru. Acara tersebut berlangsung meriah pada Rabu, 10 Desember 2025, di Auditorium Kampus I Untar dengan mengangkat tema “Beyond Love”, sebuah ajakan untuk melampaui batas-batas cinta dalam kehidupan bermasyarakat.
Perayaan tahun ini menghadirkan seluruh sivitas akademika dan keluarga besar Tarumanagara. Beragam penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) turut menyemarakkan suasana, seperti Paduan Suara Universitas Tarumanagara (PSUT), Citra Pesona Untar, Band Tarumanagara (BAR), serta kelompok musik Psycoustic dari Fakultas Psikologi. Ragam talenta tersebut menghadirkan atmosfer hangat penuh kebersamaan.
Dalam sambutannya, Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M.menekankan bahwa perayaan Natal menjadi momen penting untuk kembali menguatkan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan kampus.
“Natal menjadi kesempatan untuk merenungkan nilai kasih, kepedulian, dan kerendahan hati. Nilai-nilai inilah yang mampu memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman kampus kita,” ujarnya.

Pesan tersebut diperkuat oleh Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., yang menjelaskan makna tema “Beyond Love”.
“Tema ini mengingatkan bahwa cinta bersifat tulus dan tidak terbatas. Seluruh keluarga besar Tarumanagara—mahasiswa, dosen, karyawan, dan pimpinan, perlu menjaga keharmonisan. Semoga Natal dan Tahun Baru memperkuat budaya saling menghargai dan toleran di Untar,” ungkapnya.
Acara kemudian ditutup dengan kolaborasi seluruh pengisi acara di atas panggung, diikuti sesi foto bersama serta ramah tamah. Suasana hangat yang tercipta mencerminkan kedekatan antaranggota komunitas Tarumanagara.

Sebagai institusi yang menjunjung keragaman, Untar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan penuh penghargaan. Melalui Christmas Carol 2025, nilai-nilai toleransi, kepedulian, dan cinta kasih tidak hanya menjadi slogan perayaan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan kampus sehari-hari—sebuah langkah untuk menjadikan “Beyond Love” sebagai budaya bersama.
