IKM Sulsel Sukses Menyerap 224.795 Tenaga Kerja
Dalam upaya menekan angka pengangguran, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mengembangkan delapan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang tersebar di 24 kabupaten dan kota di Sulsel.
“Ini sudah menyerap tenaga kerja 224.795 orang. Jumlah unit usaha ini akan terus kami pacu,” terang Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo saat menyampaikan laporan keterangan pertanggung jawaban akhir masa jabatan (LKPJ-AMJ) pada rapat paripurna di DPRD Sulsel, Jumat, 5 Januari lalu.
Selain itu, Syahrul mengatakan pihaknya juga gencar mendorong penguatan kapasitas teknologi dan manajerial industri yang ada dan sudah baru. Perkembangan IKM lokal di Sulsel kata Syahrul meningkat cukup baik. Hingga 2016 sudah ada 54.153 unit usaha.
“Di Makassar ada sentra kerajinan emas dan perak, tekstil dan sutra. Kemudian di Sinjai ada sentra industri rumput laut. Lalu di Enrekang ada sentra bambu, kakao, mebel, dan jagung,” paparnya.
Sementara itu, kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil mengatakan saat ini pihaknya tengah meningkatkan produktivitas terhadap industri lokal, salah satunya dengan menggenjot pelatihan untuk mencetak sejumlah wirausahawan industri.
“Tahun 2018 ini, targetnya bisa melatih atau mencetak 2,250 wirausaha baru. Saat ini, posisinya sekitar 30 ribu lebih pelaku IKM. Ada IKM kerajinan tangan, makanan minuman, agribisnis dan sebagainya. Anggarannya sementara disiapkan,” ungkap Ahmadi.
