Indonesia-Hungaria Sepakat Perkuat Kerja Sama Sektor Parekraf

0
COVER_d408fb3bf6

Bukan hanya menjalin kerjasama dengan pihak-pihak dalam negeri, namun kolaborasi juga dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Kemenparekraf/Baparekraf) dengan negara lain di tengah pandemi Covid-19. Belum lama ini , Kemenparekraf telah menjalin kesepakatan dengan Pemerintah Hungaria di sektor sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan Hungaria.

 Kolaborasi ini terjadi saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Uno, saat menerima audiensi Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria, Péter Szijjártó, di Kantor Kemenparekraf, Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Turut mendampingi Menparekraf dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya serta Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Neil El-Himam.

Kepada Menlu dan Perdagangan Hungaria, Menparekraf menjelaskan mengenai sektor pariwisata yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak paling besar akibat pandemi, dimana terdapat pembatasan bahkan pembatalan penerbangan internasional. Ini tentu jadi pukulan yang berat untuk negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia, yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu sumber penunjang ekonomi,” kata Menparekraf Sandiaga Uno di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf/Baparekraf, Selasa (16/2/2021).

Menparekraf mengungkapkan Indonesia dan Hungaria memiliki potensi besar dalam menjalin kerjasama di sektor parekraf. Hal itu terlihat ada peningkatan wisatawan Hungaria yang berkunjung Indonesia. Peningkatan itu terjadi di saat tahun 2019 yakni mencapai 14.218 wisatawan Hungaria. Namun di tahun berikutnya jumlahnya turun drastis yakni hanya  3.559 wisatawan.

Penurunan angka wisatawan ini membuat Kemenparekraf berputar otak untuk kembali membangkitkan sektor parekraf yang hasilnya akan terjadi lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Alhasil ada berbagai program promosi yang dibuat Kemenparekraf, seperti fam-trip, sales mission, serta berbagai festival dan eksibisi. Program itu dijalankan dengan ,menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Saat ini kami masih fokus pada penerapan protokol kesehatan dan peningkatan kunjungan wisatawan nusantara. Namun di waktu yang akan datang, ketika perbatasan dibuka tentu kami akan tetap menarik turis dari Hungaria,” kata Menparekraf.

Lebih lanjut, Menparekraf mengatakan, Indonesia dan Hungaria juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi kreatif khususnya di bidang teknologi informasi dan start-up.

Melihat semua tantangan dan peluang dalam situasi saat ini, pesatnya pertumbuhan startup berbasis teknologi dapat mendukung kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pandemi telah membuat disrupsi teknologi terjadi lebih cepat.

“Saya yakin dukungan pemerintah untuk teknologi digital juga penting. Ekosistem inovasi sekarang menjadi lebih vital untuk menggerakkan ekonomi dan masyarakat dari krisis akibat pandemi COVID-19,” kata Sandiaga.

Kemenparekraf/Baparekraf sendiri sebelumnya memiliki program BEKUP “Baparekraf for Startup”, yang menjadi wadah untuk mendukung startup di industri kreatif dengan memberikan pendampingan yang intensif untuk bertahan sekaligus berkembang selama pandemi. BEKUP akan mempercepat, menumbuhkan bisnis, dan membangun ekosistem industri kreatif.

 Program ini, nantinya bisa lebih dikerjasamakan dengan penyelenggaraan tahun kedua #HUNINDOTECH, bisnis forum yang digagas oleh Pemerintah Hungaria dan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama pemerintah dan swasta di kedua negara pada sektor digital.

“Ini akan menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kedua negara untuk menggalang lebih banyak diskusi guna mendukung komitmen kedua negara dalam meningkatkan hubungan ekonomi melalui kerja sama teknologi. Lebih penting lagi, memanfaatkan potensi teknologi untuk merespons krisis secara efektif,” kata Sandiaga.

Selain itu keikutsertaan Indonesia di ajang Planet Budapest Expo and Conference tentang pariwisata berkelanjutan.

“Kami memiliki direktorat di bidang MICE yang membidangi promosi, partisipasi, dan kemitraan di bidang MICE, yang akan memiliki program dan aktivitas yang sejalan dengan Budapest Expo,”  ungkap Menparekraf.

Sementara Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria, Péter Szijjártó, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan kerja sama Kemenparekraf untuk meningkatkan kerja sama dengan pemerintah Hungaria, khususnya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Bali adalah salah satu destinasi favorit wisatawan Hungaria. Kami juga antusias untuk bekerja sama di bidang ekonomi kreatif, termasuk di fintech solution, artificial intelligence di sektor ekonomi kreatif serta perkembangan teknologi digital,” kata Péter Szijjártó.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *