TechTechnology

Industri Perbankan Dituntut Saling Kerja Sama Tingkatkan Keamanan Digital

Industri  perbankan dituntut untuk memperkuat keamanan teknologi agar tidak bisa ditembus oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Ledakan data yang terjadi dewasa ini, menimbulkan resiko ancaman di segala sektor, termasuk perbankan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi BRI, Indra Utoyo saat menjadi keynote speech dalam kegiatan e-Summit DataGovAi 2020, yang mengangkat thema “Future of Big Data AI, Cloud, Cyber Technology & Governance” atau Masa Depan Teknologi & Tata Kelola Big Data, AI, Clouds dan Cyber Summit, di Jakarta, (24/11/2020).

Indra mengungkapkan, untuk memperkuat keamanan teknologi di dunia perbankan, dibutuhkan kerja sama antar bank untuk mematahkan serangan siber. Apalagi kondisi pandemi Covid-19, transaksi perbankan melonjak dan kondisi itu membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber.

Indra menyebut dunia perbankan lebih memprioritaskan prinsip kepercayaan kepada para nasabahnya. Karena itu, dengan teknologi digital, kepercayaan itu harus dibangun. Pasalnya tidak dipungkiri, banyak nasabah bank yang lebih memanfaatkan teknologi digital untuk menopang aktivitas perbankannya.

“Penting bagi kami untuk menghadirkan digital trust ini kepada nasabah karena trust is the heart of customer experience,” ucap Indra.

Indra menjelaskan, data kini menjadi bagian yang sangat penting untuk menunjang aktivitas, bukan hanya di industri perbankan, namun juga di industri lainnya. Karena itu teknologi digital harus dioptimalkan, agar data yang dimiliki dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya tanpa ada yang dirugikan.

Contohnya di industri kesehatan, yang memiliki data tidak kalah banyak dengan industri perbankan. Data pasien menjadi kerahasiaan yang harus dijaga industri kesehatan.

“Bagi sektor perbankan, kita berada di tengah-tengah, kita bisa defence bisa opence. Bagimana kita bisa memastikan governance, privacy security itu betul betul bisa kita berikan. Sedangkan dari sisi opence-nya, data itu bisa mencreate nasabah baru yang berkulitas,” tegasnya.

Di kesempatan ini, Indra juga mengajak nasabah untuk terbiasa dan cerdas dalam memanfaatkan teknologi digital. Peran nasabah juga sangat membantu, industri perbankan dalam mengamankan data yang tersimpan. Namun disisi lain, industri perbankan juga butuh bantuan dari pihak terkait untuk memperkuat keamanan siber di dunia perbankan.

“Kehadiran BSSN menjadi sangat penting untuk penanganan setiap insiden siber, terkait dengan cyber forensic dan fraud detection. Disisi lain, BRI sampai saat ini terus aktif memberikan edukasi dan upaya pencegahan ke masyarakat khususnya nasabahnya, soal pentingnya menjaga kerahasiaan data nasabah,” tutupnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close