Ingin Kenalkan Makanan Khas Daerah, Pemkab Pamekasan Gelar Festival Budaya Madura
Untuk memperingati hari jadi Kabupaten Pamekasan yang ke-489, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar ‘Festival Budaya Madura’ di depan Museum Mandhilaras, Minggu (20/10/2019).
Dalam gelaran acara tersebut, Pemkab Pamekasan yang berkolaborasi dengan Disparbud menghadirkan puluhan penjual rujak khususnya di wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura.
Uniknya, para penjual rujak yang ikut dalam acara ini, hasil olahan rujak yang telah mereka buat dilombakan dan setiap rujak yang sudah selesai dinilai oleh dewan juri, bisa dicicipi serta dinikmati secara gratis oleh para pengunjung. Para peserta lomba rujak juga tampak memakai pakaian kebaya sembari mengulek berbagai olahan jenis rujak.
Pada acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pamekasan, Rajae, Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Totok Hartono dan jajaran Forkopimda.
Wakil Bupati Pamekasan, Rajae mengatakan, pihaknya menggelar acara Festival lomba rujak dan makan rujak gratis tersebut hanya ingin mengenalkan makanan rujak khas Kabupaten Pamekasan.
Selain itu, lomba tersebut juga digelar, ingin memberikan wadah kepada para penjual rujak agar mereka lebih bangga dan mempunyai nilai rasa memiliki terhadap makanan khas daerah.
“Harapan kita kali ini, betul-betul ingin mengadakan Festival Budaya Madura di hari jadi Pamekasan yang ke-489 dengan mengangkat segala potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Pamekasan,” katanya.
Rajae juga mengutarakan, masyarakat Pamekasan meimiliki khasanah dari segi makanan khas tradisional yang dalam hal ini adalah rujak.
Kendati demikian, pihaknya berharap agar masyarakat Pamekasan dapat menjaga hasanah tersebut dengan baik.
“Dengan terselenggaranya acara ini kita ingin mengangkat khasanah itu agar masyarakat di Pamekasan betul-betul mencintai dan mempunyai rasa memiliki terkait dengan makanan khas yang ada di Pamekasan, seperti Rujak Coreg, Rujak Dhulit dan Rujak Letok,” ujarnya.
Selain itu, Achmad Sjaifuddin selaku Kepala Disparbud Pamekasan mengatakan, pihaknya akan menghadirkan 15 penjual rujak pada Festival Budaya Madura.
Masing-masing penjual rujak tersebut bertugas untuk membuat 5 porsi rujak yang akan dikompetisikan atau dilombakan.
Lima porsi rujak itu terdiri dari tiga macam olahan rujak, yakni rujak coreg, rujak dhulit, dan rujak letok.
“Kalau ditotal jumlah porsi rujak gratis yang bisa dinikmati pengunjung sebanyak 225 porsi,” kata Achmad Sjaifuddin.
“Itu terdiri dari 75 porsi rujak coreg, 75 porsi rujak dhulit, dan 75 porsi rujak letok,” pungkasnya.
