Inovasi CSR Pertamina Ciptakan Sistem Informasi dan Sistem Delivery 

0
Inovasi-CSR-Pertamina-Ciptakan-Sistem-Informasi-dan-Sistem-Delivery-untuk-Posyandu-Desa-Teras-Boyolali

Menyikapi pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Bagian Tengah (JBT) berinovasi menciptakan Sistem Informasi Tumbuh Kembang (Si-Kembang) dalam bentuk website dan mendorong masyarakat untuk menjalankan kegiatan Delivery Pelayanan Terpadu (Desyandu) sebagai wujud tanggap Covid-19 di Desa Teras, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.

Hal tersebut diutarakan oleh Anna Yudhiastuti selaku Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina MOR IV sebagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) Fuel Terminal (FT) Boyolali untuk menggantikan fungsi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang terkendala akibat Covid-19.

“Pada kondisi normal masyarakat khusunya ibu dan balita (bayi lima tahun) melaksanakan monitoring kesehatan secara berkala setiap bulannya di Posyandu yang dipandu oleh para kader. Namun kegiatan tersebut terhenti karena anjuran jaga jarak fisik atau physical distancing untuk mencegah penularan Covid-19. Alhasil perkembangan gizi dan kesehatan balita tidak lagi terpantau karena tuntutan harus berada di rumah,” jelas Anna.

Menurutnya hal itu cukup memperihatinkan di mana masa pertumbuhan balita merupakan masa terpenting untuk tumbuh kembang anak dan dapat berpengaruh ke depannya. Untuk itu dibutuhkan inovasi dalam pelaksanaan kegiatan posyandu agar tetap dapat berjalan meski dengan protokol dan anjuran Covid-19.

“Si-Kembang dan Desyandu merupakan inovasi yang kami ciptakan bekerjasama dengan kader posyandu Desa Teras yang merupakan binaan program CSR kami sejak tahun 2019. Semula programnya adalah berupa pendampingan dan pembinaan kader posyandu serta bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita setiap bulannya, namun karena terkendala Covid program kami modifikasi menjadi pelayanan kesehatan dengan sistem antar di rumah masing-masing balita atau Desyandu,” terang Anna.

Desyandu itu sendiri telah berjalan sejak Juni 2020. Sebelumnya para kader posyandu yang berjummlah 55 orang diberikan pemahaman terkait protokol Covid-19 pada saat melaksanakan monitoring kesehatan balita di rumah. Selain itu kader juga dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sarung tangan, pelindung wajah (face shield), apron/rompi medis, hand sanitizer, hingga thermogun infrared (alat pengukur suhu).

“Sejak itu perkembangan kesehatan balita di Desa Teras kembali termonitor dan kebutuhan gizi anak pun tetap terpenuhi. Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol dan anjuran Covid-19 yang berlaku,” pugkasnya.

Tercatat hingga akhir Juli, ada sebanyak 487 balita dan 42 ibu hamil penerima manfaat yang mendapatkan pelayanan Desyandu setiap bulannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *