Investor Hongkong Tertarik Kembangkan lima Pulau di Gorontalo
Gorontalo akan kedatangan tamu istimewa dari mancanegara. Tamu ini akan membuat Gorontalo kebanjiran wisatawan baik wisatawan mancanegara mapun nusantara. Tamu tersebut merupakan investor asal Hongkok yang bakal berinvestasi di salah satu Provinsi di Pulau Sumatera ini. Rencananya investor tersebut akan mengembangkan lima pulau di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, untuk dijadikan kawasan destinasi wisata baru di pulau Sulawesi.
Informasi adanya penananaman modal oleh pengusaha Hongkong ini, disampaikan Wakil Bupati Gorontalo Roni Imran. Roni menjelasakan saat Pemerintah Provinsi Hongkong sedang menyiapkan segala sesuatunya untuk mendukung rencana investasi tersebut.
“Seperti memberikan kemudahan perizinan serta jaminan keamanan dan kenyamanan dalam berinvestasi di daerah ini,” ujar Roni.
Menurut Roni, pemerintah terus mendorong investasi dari Hongkong tersebut. Pariwisata bahari yang ada di Gorontalo dan ditunjang dengan keberadaan pulau-pulau yang mencapai 52 pulau merupakan asset yang berharga yang dijadikan daya tarik bagi investor. Pulau-pulau yang berada di wilayah Gorontalo itu diprediksi bakal menunjang perekonomian strategis.
Rencananya, lima pulau yang akan dikembangkan sebagai destinasi wisata baru yaitu pulau Huha, Lampu, Bugisa, Mohoinggito dan Saronde. Lima pulau itu ada di Kecamatan Ponelo Kepulauan dan Tomilito dan keberadaan antara satu pulau dengan pulau lainnya cukup berdekatan.
“Selama ini, lima pulau ini menjadi target kunjungan pariwisata baik oleh wisatawan lokal, nusantara maupun mancanegara,” ujarnya.
Investasi bernilai besar, diharapkan bisa mendorong penataan pulau-pulau tersebut sebagai objek wisata unggulan yang dimiliki Gorontalo Utara, khususnya Provinsi Gorontalo.
Pihak investor, kata Wakil Bupati, menargetkan pengembangan pulau dalam waktu cepat dengan nilai investasi mencapai Rp 20 triliun.
“Pemerintah daerah sedang menjajaki kerja sama itu, sebab dinilai akan sangat menguntungkan dalam pengembangan potensi pariwisata yang akan berdampak langsung pada kemajuan daerah dan peningkatan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah daerah pun kata Roni, dalam pemberian izin investasi tetap mensyaratkan perhatian yang tinggi oleh para investor terhadap kelestarian lingkungan, termasuk syarat memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Kepala Dinas Pariwisata setempat, Frits Ano menambahkan, keberadaan 52 pulau cantik yang dimiliki, sangat menarik minat kunjungan pariwisata ke daerah ini.
Bahkan pihaknya mencatat, sejak tahun 2016 hingga memasuki pertengahan 2017, sekitar 8.000 kunjungan wisatawan manca negara masuk ke daerah ini. Diantaranya, melalui kapal-kapal pesiar yang melakukan perjalanan keliling Indonesia yang mengangkut wisatawan dan singgah sekitar 3-5 hari di Pulau Saronde dan sekitarnya.
