Investor Tiongkok Bangun Resort Di Pulau Kera Senilai Rp 150 Miliar

0
pulau-kera-2

Tidak sia-sia kedatangan para investor Tiongkok ke Kupang Nusa Tenggara Timur NTT. Setelah melakukan pertemuan dengan para pengusaha Kupang, para investor negeri tirai bambu ini menyempatkan diri untuk bekunjung ke Pulau Kera, Kupang, NTT pada Kamis,  7 September 2017. Hasilnya  para investor Tiongkok tersebut akan menanamkan modalnya di Pulau Kera sebesar Rp 150 miliar.

Nilai investasi tersebut akan digunakan untuk  membangu Pitoby Raya Resort di Pulau Kera “Para pengusaha dari Tiongkok itu telah mengunjungi Pulau Kera, Kamis, dan akan melakukan investasi di pulau kecil yang terletak di bibir Pantai Kota Kupang itu,” kata CEO Pitoby Grup Bobby Pitoby, seperti dikutip dari Antara, Jumat 8 September 2017.

Ternyata tidak hanya membangun Pitoby Raya Resort, mereka juga akan mengembangkan pulau-pulau kecil menjadi sebuah objek wisata yang menarik bagi wisatawan.

“Saya sudah berkoordinasi dengan konjen RRT di Denpasar, Bali Hu Yinguan saat mengantar 28 pengusaha asal Negeri Tirai Bambu itu berkunjung ke Pulau Kera, Kamis,” katanya.

Dirinnya menjelaskan, Pitoby Group telah siap berinvestasi membangun Pitoby Raya Resort memanfaatkan lahan yang seluas 25 hektare dari total lahan yang dimiliki sekitar 40 hektare lebih di Pulau Kera.

Selain membangun resort atau hotel eksklusif itu, Pitoby Group juga akan mengembangkan potensi kelautan yang dijadikan sebagai arena Water Sport (permainan laut) dan sejenisnya. “Kami juga akan bangun berbagai infrastruktur pendukung lainnya seperti dermaga, area loby, presidential suite yang di dalamnya terdapat kolam renang eksklusif,” kata Bobby.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) NTT itu mengatakan Pulau Kera memiliki pesona alam yang sangat memikat, dengan didukung pula dengan pantainya berpasir putih. “Saya optimistis para investor dari Tiongkok itu akan menanamkan modalnya di pulau kecil yang dihuni oleh sekelompok nelayan kecil dari Bajo dan Kupang itu,” pungkasnya.

Data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) China menduduki posisi ketiga setelah Singapura dan Jepang sebagai investor terbesar yang menanamkan modalnya di Indonesia dengan realisasi investasi senilai USD1.355,66 juta.  Nilai itu untuk realisasi investasi pada kuartal II/2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *