Jajaki Kerja Sama Dengan Indonesia, Delegasi Kota Mianyang, Tiongkok Promosikan Potensi Mianyang dari Sejumlah Sektor
Delegasi dari Kota Mianyang, Provinsi Sichuan, Tiongkok menggelar The Promotion Conference di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (08/08/2023). Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari Kementerian Perdagangan, KADIN, pengurus ICBC, serta pelaku usaha tanah air.
Untuk pengurus ICBC yang hadir, yakni Ketua Harian ICBC Ali Husein, Wakil Ketua Harian ICBC Hasan Kosasih Ko dan Ketua Kehormatan ICBC Tamba P. Hutapea
Dalam acara ini, delegasi dari Kota Mianyang, memperkenalkan potensi yang dimiliki Mianyang dari berbagai sektor yang disampaikan Wakil Walikota Mianyang Wang Xiao Song kepada tamu undangan. Potensi tersebut diantaranya, Mianyang telah menjadi tuan rumah bagi banyak perusahaan teknologi dan pusat penelitian yang berfokus pada berbagai bidang inovasi. Pusat Teknologi Optik Presisi Mianyang, misalnya, telah berkontribusi pada perkembangan teknologi optik dan optoelektronik yang canggih. Selain itu, kota ini juga telah merangsang perkembangan sektor teknologi kelas tinggi, seperti kecerdasan buatan (AI), komputasi kuantum, dan teknologi informasi.

Mianyang juga memiliki Infrastruktur yang baik dan aksesibilitas yang memadai adalah faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan inovasi. Mianyang telah mengalami peningkatan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pengembangan jaringan transportasi dan komunikasi yang lebih baik. Ini tidak hanya memfasilitasi pertumbuhan industri, tetapi juga menarik investasi dari luar.
Dari sektor pariwisata, Mianyang memiliki destinasi indah seperti destinasi untuk melihat panda. Daerah ini menjadi salah satu rumah bagi panda liar. Hutan dan pegunungan yang melimpah yang ada di Mianyang memberikan habitat yang cocok bagi panda untuk bergerak bebas dan mengeksplorasi alaminya. Keberadaan panda di Mianyang adalah bukti penting akan pentingnya konservasi alam dan pelestarian spesies langka.

Di Mianyang, terdapat Pusat Penelitian dan Pelestarian Panda yang berdedikasi untuk memahami dan melindungi panda. Pusat ini tidak hanya menjadi tempat perlindungan bagi panda yang terluka atau terlantar, tetapi juga pusat riset penting untuk mempelajari perilaku, kesehatan, dan reproduksi panda. Upaya konservasi yang dilakukan di sini memiliki dampak besar dalam memastikan kelangsungan hidup panda di alam liar.
Wakil Ketua Harian ICBC Hasan Kosasih mengapresiasi potensi yang dimiliki Mianyang. Menurutnya potensi tersebut sekiranya dapat dikerjasamakan dengan kota-kota yang ada di Indonesia seperti membangun sister city.
“Harapan Kami adalah Mianyang dapat menjalin kerja sama dengan kota-kota di Indonesia melalui Pembangunan sister city sehingga dapat hubungan kedua negara yakni Indonesia-Tiongkok dapat terus terjalin erat,” kata Hasan dalam sambutannya.

Menurut Hasan, kerja sama buka hanya sebatas menjual barang ke luar negeri, namun kerja sama harus dapat memperkokoh kolaborasi yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.
Namun kerja sama itu bukan hanya menjual produk ke luar negeri, namun bagaimana kita dapat terus berkolaborasi antara kota Mianyang dengan kota di Indonesia, ini yang harus kita jalankan,” ujar Hasan.

Apresiasi terhadap acara yang digelar delegasi dari Kota Mianyang juga disampaikan Rahayu Ningsih Analis Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Rahayu yang hadir mewakili Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag ini, menyebut acara ini dapat menjadi forum penjajakan kedua belah pihak guna mencari peluang dalam meningkatkan arus perdagangan dan investasi.
Rahayu menjelaskan Tiongkok merupakan mitra dagang utama yang sangat penting bagi Indonesia dan menempati urutan pertama sebagai negara tujuan ekspor dengan nilai mencapai USD 65,8 miliar pada tahun 2022. Ekspor Indonesia ke Tiongkok selama periode tahun 2018-2022 tumbuh sebesar 27,47%.

“Selama 5 tahun terakhir neraca perdagangan Indonesia dengan Tiongkok tercatat mengalami defisit. Nilai defisit Indonesia di tahun 2018 mencapai USD 18,4 miliar. Nilai defisit mulai menurun hingga USD 1,8 miliar di tahun 2022. Namun pada Januari-Mei 2023 neraca perdagangan Indonesia tercatat mulai mulai surplus sebesar USD 0,89 miliar. Ini merupakan sinyalemen positif bagi Indonesia untuk dapat terus memanfaatkan peluang pasar Tiongkok,” sambungnya.
Rahayu mengatakan transformasi industri di Tiongkok selama 2 dekade terakhir telah menjadikan Tiongkok sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global. Tentu peluang ini harus dapat dimanfaatkan Indonesia untuk dapat menarik arus investasi dari Tiongkok di sektor industri berteknologi tinggi.

“Saatnya Tiongkok tidak lagi memandang Indonesia sebagai pasar tujuan ekspor semata melainkan juga sebagai tujuan basis produksi bagi produk yang dapat mengisi kebutuhan pasar global,” ujarnya.
