Jakarta Architecture Festival 2025 Resmi Dibuka, Blok M Diproyeksikan Jadi Pusat Kreativitas Urban

0
siaranpers_pemprov_dki-20251016194509_pezkwc_942

Jakarta kembali menjadi sorotan melalui perhelatan arsitektur berskala besar, Jakarta Architecture Festival (JAF) 2025, yang resmi dibuka pada Kamis (16/10/2025) oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Blok M Hub, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Acara yang akan berlangsung hingga 26 Oktober 2025 ini mengangkat tema “Reimagining Space”, sebuah ajakan untuk membayangkan kembali ruang-ruang kota sebagai tempat yang lebih inklusif, terhubung, dan hidup.

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk terus mengembangkan Blok M sebagai pusat kreativitas dan ruang publik yang modern. Ia melihat kawasan ini kini mengalami kebangkitan identitas urban yang sangat signifikan.

“Blok M sekarang menjadi salah satu ikon kota yang menarik perhatian, bahkan dari luar Jakarta. Ketika saya turun dari MRT tadi, saya bertemu dengan rombongan dari berbagai daerah seperti Medan, Tanjung Pinang, dan Palembang. Mereka mengatakan bahwa Blok M adalah destinasi utama mereka di Jakarta. Ini menunjukkan bahwa transformasi kawasan ini berhasil menarik minat masyarakat luas,” ujar Pramono.

Ia juga menambahkan bahwa Blok M Hub kini bukan hanya simpul transportasi, tetapi juga ruang integrasi yang menghidupkan kembali kawasan Blok M sebagai pusat ekonomi, budaya, dan interaksi sosial yang lebih terbuka bagi semua kalangan. Menurutnya, keberadaan Jakarta Architecture Festival di lokasi ini menjadi simbol penting bagaimana desain arsitektur bisa memantik semangat kebersamaan dan pembaruan kota.

“Ruang ini menjadi contoh nyata dari imajinasi kota yang berkembang. Banyak dari kita yang punya kenangan masa muda di Blok M, dan kini saatnya generasi baru juga memiliki pengalaman yang menyenangkan dan inspiratif di sini,” tutur Gubernur Pramono. Ia pun berharap JAF bisa menjadi agenda tahunan yang konsisten memberikan ruang kolaborasi untuk warga, seiring mendekatnya usia 500 tahun Jakarta pada 2027.

Di sisi lain, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi DKI Jakarta, Teguh Aryanto, menyampaikan bahwa festival ini adalah persembahan arsitek kepada masyarakat Jakarta. Ia menekankan pentingnya persepsi bahwa arsitektur bukan hanya milik kalangan tertentu, melainkan bagian dari kehidupan seluruh lapisan masyarakat.

“Selama ini arsitek kerap diasosiasikan hanya untuk kalangan menengah ke atas. Di JAF 2025 ini, kami ingin menunjukkan bahwa arsitektur adalah untuk semua. Masyarakat bisa melihat, merasakan, dan bahkan menjadi bagian dalam proses pembangunan kota,” katanya singkat namun penuh makna.

Jakarta Architecture Festival dikenal sebagai ajang tahunan yang mempertemukan berbagai elemen—dari arsitek profesional, urban planner, desainer, akademisi, hingga masyarakat umum—untuk mengeksplorasi ide-ide inovatif dalam tata ruang kota. Kegiatan ini tidak hanya menyuguhkan pameran desain dan karya arsitektur, tetapi juga menghadirkan berbagai diskusi publik, lokakarya, dan tur arsitektur yang membuka wawasan tentang pembangunan kota berkelanjutan.

Tema “Reimagining Space” tahun ini menjadi refleksi atas dinamika ruang kota Jakarta yang terus berubah. Dengan tantangan urbanisasi yang masif, festival ini menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana ruang publik bisa dioptimalkan agar lebih ramah, adil, dan berdaya guna bagi semua warga.

Sebagai bagian dari strategi pembangunan kota yang partisipatif dan berkelanjutan, Jakarta Architecture Festival 2025 menjadi wadah penting dalam membentuk kesadaran kolektif mengenai pentingnya arsitektur dalam kehidupan sehari-hari. Pameran ini juga menjadi simbol bahwa kota bukan hanya milik perencana, tetapi juga hasil kolaborasi warga yang mencintainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *