CultureHeadline NewsLifestyleTourism

Jakarta Dance Meet Up Edisi II Berhasil Memikat Penonton

Jakarta Dance Meet Up (JDMU) edisi kedua  berhasil mengikuti jejak JDMU edisi pertama pada Maret  lalu yang meraih sukses. JDMU edisi kedua digelar di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat pada Rabu malam, 30 Agustus 2017.

Ada lima komunitas tari dari beragam genre yang tampil  saat itu, yakni Ali Dance Company, Chiva Production, Namarina Dance Academy, Rafa Dance, dan Sanggar Tari Cipta Budaya. Masing-masing koreografer dari komunitas tari yang terpilih menampilkan konsep tari dengan tema yang berbeda-beda

Mereka  berhasil mempertunjukan penampilan terbaiknya dihadapan penonton. Penonton seakan  dibuat terpana melihat penampilan dari  para komunitas tari ini. Bukan hanya penonton, namun  lima komunitas tari ini harus dapat mengambil hati dua pengamat  melalui tarian yang ditampilkan. Dua pengamat yang dipilih di JDMU edisi kedua ini yakni Adinda Luthvianti (Anggota Komite Teater DKJ) dan Jefriandi Usman (koreofrafer).

Para pengamat akan memberikan evaluasi kepada masing-masing karya di depan seluruh peserta, sehingga masing-masing komunitas tari akan saling belajar dari semua masukan yang diberikan pengamat.

Komite tari DKJ melihat bahwa pengembangan seni tari khususnya di Jakarta tidak bisa dimonopoli oleh satu pihak saja.  Memajukan kreativitas dan apresiasi pada industri tari  merupakan tanggungjawab semua pemangku kepentingan yang ada di ibukota tanpa terkecuali. Sehingga perlu ada adanya kerjasama yang bekelanjutan untuk terus memberikan wadah yang seluas-luasnya kepada semua pelakui seni tari yang ingin berkembang

“Bagi DKJ, komunitas tari, sanggar, sekolah tari informasl, atau grup kecil dengan genre tari apa saja memiliki posisi strategis untuk terus menumbuhkan semangat berkreasi sekaligus berekspresi seni tari di masyarakat,” kata Hartati, Ketua Komite Tari DKJ.

Melalui ajang JDMU, Komite Tari berusaha untuk merangkul komunitas tari di Jakarta serta memberikan panggung untuk menampilkan karya mereka sebagai bentuk apresiasi dan edukasi yang berkelanjutan bagi para pelaku seni tari di ibu kota yang kurang mendapatkan perhatian.

 

 

 

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button