Jakarta Diplomatic Cycling Satukan Pejabat dan Diplomat dalam Momen Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI
Suasana berbeda tampak di Balai Kota Jakarta pada Sabtu pagi (9/8/2025). Ratusan peserta dengan atribut sepeda berkumpul dalam semangat persahabatan dan sportivitas dalam acara Jakarta Diplomatic Cycling, sebuah kegiatan diplomasi publik yang digelar untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara langsung menyambut para peserta yang terdiri dari pejabat pemerintah Indonesia, duta besar, dan perwakilan diplomatik dari berbagai negara sahabat. Dalam sambutannya, Pramono menekankan pentingnya interaksi informal seperti ini dalam membangun hubungan bilateral yang lebih kuat.
“Kegiatan positif seperti bersepeda bersama ini perlu diteruskan. Tidak hanya dalam rangka perayaan hari kemerdekaan, tetapi bisa dijadikan agenda rutin setiap bulan. Ini adalah bentuk diplomasi publik yang inklusif dan santai, tapi tetap bermakna,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa acara seperti Jakarta Diplomatic Cycling bukan hanya tentang olah raga, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk mempromosikan Jakarta sebagai kota global yang sehat, berbudaya, dan ramah lingkungan.
“Kita ingin memperkenalkan wajah baru Jakarta—sebuah kota yang mendukung gaya hidup sehat dan memiliki visi sebagai kota berkelanjutan. Interaksi ini adalah bagian dari transformasi tersebut,” jelasnya.
Didampingi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, Gubernur Pramono juga menyampaikan harapannya agar kerja sama antara pemerintah daerah dan Kementerian Luar Negeri semakin erat dalam memfasilitasi kegiatan yang mendukung diplomasi publik.

Arif Havas Oegroseno dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa Jakarta Diplomatic Cycling merupakan inisiatif dari Kementerian Luar Negeri yang bertujuan membangun hubungan yang lebih cair antara diplomat asing dan pejabat Indonesia. Ia menyebut partisipasi dari berbagai negara sebagai bentuk dukungan terhadap semangat kolaborasi.
“Kita bersepeda bersama untuk memperingati hari lahir Indonesia. Ini bukan hanya tentang olahraga, tapi juga simbol kolaborasi antarbangsa. Terima kasih kepada Bapak Gubernur atas sambutan hangat dan dukungannya,” ujar Arif.
Beberapa perwakilan kedutaan besar yang hadir antara lain dari Belanda, Thailand, dan India. Selain itu, pejabat dari berbagai kementerian dan lembaga negara juga turut serta, mencerminkan semangat kebersamaan lintas sektor.
Rute yang ditempuh para peserta dimulai dan diakhiri di Gedung Caraka Loka, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri. Dengan jarak tempuh sekitar 51 kilometer, rombongan melintasi sejumlah ruas jalan utama di Jakarta yang untuk sementara ditutup guna menjamin keamanan dan kelancaran acara.
Total sekitar 35 peserta turut ambil bagian dalam ajang ini. Meski jumlahnya terbatas, namun kualitas interaksi dan atmosfer positif yang terbangun sepanjang kegiatan menjadi nilai utama yang ingin dicapai.

Selain bersepeda, kegiatan ini juga diwarnai dengan sesi ramah-tamah dan diskusi santai antar peserta, memberikan ruang untuk pertukaran ide, serta pembicaraan yang lebih mendalam mengenai isu-isu global, kerja sama bilateral, dan perkembangan kota Jakarta sebagai pusat diplomasi.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan tahun ini, baik Pemprov DKI Jakarta maupun Kementerian Luar Negeri berharap Jakarta Diplomatic Cycling bisa menjadi agenda tetap yang menyatukan diplomasi dan gaya hidup sehat dalam satu gerakan.
