JAKI Versi Baru Resmi Diluncurkan, Gubernur Pramono: Jakarta Kini Lebih Dekat dan Cepat

0
siaranpers_pemprov_dki-20250528192758_4frvjw_987

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus bergerak menuju kota cerdas dan aman bagi warganya. Hal ini ditunjukkan lewat peluncuran ulang aplikasi Jakarta Kini (JAKI) dengan 11 fitur baru yang lebih interaktif dan responsif, serta penambahan 100 titik CCTV di berbagai lokasi publik. Acara peluncuran berlangsung meriah di Terowongan Kendal, Jakarta Pusat, dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, dan jajaran kepala dinas terkait.

Peluncuran yang bertajuk “Jakarta Kini Lebih Dekat” ini menandai langkah lanjutan Jakarta dalam memperkuat infrastruktur digital dan layanan publik berbasis teknologi. Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menjelaskan bahwa versi terbaru aplikasi JAKI merupakan hasil evaluasi dan pengembangan yang terus dilakukan sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2019.

“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi soal kecepatan dan kehadiran layanan pemerintah di tangan warga. Lewat JAKI, kita ingin semua laporan warga bisa langsung ditangani tanpa birokrasi yang berbelit,” tegas Gubernur Pramono.

Fitur-Fitur Inovatif untuk Kebutuhan Nyata Warga

Beberapa fitur unggulan yang diperkenalkan dalam pembaruan aplikasi JAKI kali ini adalah layanan Kapal Jenazah dan Rumah Singgah, yang mencakup hingga Kepulauan Seribu, serta tombol Darurat Ambulans dan Panggilan 112 untuk penanganan cepat kondisi darurat. Selain itu, warga juga bisa mendapatkan notifikasi siaga dari BPBD terkait potensi banjir dan cuaca ekstrem secara real-time.

Salah satu fitur yang cukup menarik perhatian adalah JakCare, layanan konsultasi gratis dengan psikolog klinis, yang diharapkan dapat membantu warga dalam menjaga kesehatan mental mereka.

“Kesehatan itu bukan hanya fisik, tapi juga mental. Lewat JakCare, kami ingin memastikan bahwa warga Jakarta punya akses psikologis yang mudah dan profesional,” tambahnya.

Fitur lainnya meliputi akses ke JKN Mobile, informasi Antrean Faskes, Ketersediaan Kamar RS, dan Peta Tempat Parkir, yang menjadikan JAKI sebagai aplikasi multifungsi yang terintegrasi dengan berbagai kebutuhan harian masyarakat Jakarta.

Salah satu inovasi penting dari aplikasi ini adalah fitur Feedback Laporan Warga, di mana pelapor bisa memberikan penilaian terhadap respon dinas terkait. Gubernur menyatakan bahwa fitur ini bukan hanya soal transparansi, tetapi juga upaya memperbaiki sistem kerja internal pemerintah.

“Saya bisa langsung melihat laporan yang masuk dan bagaimana proses tindak lanjutnya. Ini bukan hanya untuk pengawasan, tapi juga untuk memastikan warga merasa didengar,” kata Pramono.

Tak hanya memperkuat sisi layanan digital, Pemprov DKI juga memperkuat sistem keamanan warga melalui penambahan 100 CCTV baru di 12 taman kota yang buka 24 jam. Semua CCTV ini terhubung langsung ke pusat kendali monitoring yang dikelola Dinas Kominfotik.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan tindakan preventif dan kecepatan respon terhadap potensi tindak kriminal atau kejadian darurat lainnya di ruang publik.

“Kami ingin Jakarta tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga aman secara fisik. CCTV ini bukan untuk mengawasi, tapi untuk melindungi,” jelas Pramono.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Pramono turut meresmikan logo baru Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta. Logo baru ini diharapkan menjadi simbol semangat transformasi dan modernisasi layanan komunikasi dan teknologi informasi di lingkungan Pemprov.

“Logo baru ini bukan sekadar desain. Ia adalah lambang semangat baru untuk melayani warga dengan teknologi yang relevan dan cepat,” ujar Pramono.

Peluncuran JAKI versi baru ini diharapkan menjadi salah satu langkah besar Jakarta dalam menghadirkan layanan pemerintahan yang adaptif, inklusif, dan akuntabel di tengah tantangan zaman digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *