Jelang Dioperasikan, Pemerintah Umumkan Kehadiran Bandara Kertajati Kepada Dunia

0
pembongkaran-pasar-cinde-kembali-tertunda

Bandara Kertajati di Majalengka siap dioperasikan. Rencananya bandara ini akan diresmikan pada awal Mei 2018 mendatang. Kehadiran  bandara terbesar terbaru di Indonesia itu,  juga sudah diumumkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubub)  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kepada dunia. Dalam pengumuman itu,  Dirjen Hubud menjelaskan kesiapan bandara ini untuk didarati pesawat terbang dari dunia.

“Prosedur untuk pendaratan di Kertajati, per 1 Maret lalu kami sudah umumkan ke seluruh dunia bahwa ada bandara baru di Kertajati dan ini nanti akan diterbangi secara umum,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, di Jakarta, Jumat.

Agus menjelaskan  kesiapan bandara ini dalam hal pelayanan. Untuk pelayanan sudah siap 100 persen, termasuk landas pacu, landas langsir, landas parkir pesawat terbang, menara pemantau hingga garbarata.

Sebagai gambaran, jika nanti tuntas dibangun, panjang landas pacunya bisa mencapai 3.500 meter sehingga pesawat terbang lorong ganda bisa mendarat, di antaranya Boeing B-787 Dreamliner, Boeing B-777 series, Airbus A-350 series, atau pesawat angkut berat militer di kelas C-5A Galaxy.

Adapun jarak Jakarta-Kertajati adalah 180,7 kilometer, Bekasi-Kertajati sekitar 150 kilometer, atau Bogor-Kertajati sekitar 202 kilometer.

Menurut Agus, sesuai rencana awal, Bandara Kertajati akan digunakan sebagai embarkasi haji Jawa Barat pada Juli 2018. Pasalnya, selama ini, pemberangkatan jemaah haji Jawa Barat masih ditampung sepenuhnya oleh Bandara Internasional Soekarno-Hatta, di Cengkareng, Banten.

“Peresmian awal Bandara Kertajati akan dilakukan pada 1 Mei dan peresmian utama pada Juni mendatang. Pemberangkatan haji pertama kloter pertama dari bandara berkode KJT itu rencananya akan dilakukan 15 Juli 201,” ujar Agus

Bandara senilai Rp2,6 triliun itu akan dikelola PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang menerima 20 persen penyertaan modal PT Angkasa Pura II (Persero) ditambah pendanaan dari sindikasi perbankan syariah daerah dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas.

Bandara senilai Rp2,6 triliun itu akan dikelola PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang menerima 20 persen penyertaan modal PT Angkasa Pura II (Persero) ditambah pendanaan dari sindikasi perbankan syariah daerah dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas.

Secara rinci, pembagian saham bandara itu terdiri atas 60 persen milik pemerintah Provinsi Jawa Barat termasuk lahan, 18 persen saham RDPT, 20 persen saham AP II dan sisa 2 persen saham dimiliki koperasi PNS Jabar dan PT Jasa Sarana.

Bandara Kertajati diproyeksikan dapat meringankan beban Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, di Jakarta Timur, sebagai embarkasi haji. (Sumber Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *