Jember Fashion Carnaval 2018 Targetkan 700 Ribu Penonton

0
38888293_2028367650549353_3013892866452750336_n

Jember Fashion Carnaval (JFC) yang pada tahun 2018 ini memasuki pelaksanaan ke-17. Tak tanggung-tanggung event yang berlangsung pada tanggal 07-12 Agustus 2018 ini berani menargetkan jumlah kunjungan sebanyak 700.000 pengunjung. Tahun ini JFC mengambil tema “ASIALIGHT” – Cahaya Asia, yang terinspirasi dari Asian Games, dan akan menampilkan 10 defile yang merepresentasikan negara-negara Asia yaitu Bian Lian (China), Babilonia Empire (Iraq), India, Kujang (Indonesia), Ottoman Empire (Turki), Saudi Arabia, Silla (Korea), Star, Thailand, dan Shogun (Jepang).

Presiden JFC Dynand Fariz mengatakan konsep ini memang disesuaikan dengan perhelatan Akbar Asian Games 2018. “Kami ingin menambah gebrakan dari Asian Games 2018. Bukan hanya sekedar memeriahkan tetapi memberikan kontribusi aktif untuk menggaungkan Asian Games,” kata Dynand Fariz.

Ketua Calendar of Event (CoE) 2018 Esthy Reko Astuti menyatakan JFC 2018 mendapat dukungan penuh Kemenpar dan masuk dalam 10 National Calendar of Event (CoE) 2018. “Total Event Pariwisata di Kabupaten Jember 2018 ada 144 event, yang masuk dalam top 10 National Event adalah JFC”, kata Esthy.

JFC 2018 diikuti 2500 peserta, meliputi JFC International Exhibition, Pets Carnival, JFC International Conference, JFC Kids Carnaval, JFC Rhythm Artwear Carnaval, Wonderful Archipelago Carnaval Indonesia (Waci), dan JFC Grand Carnaval yang akan memeriahkan karnaval sepanjang 3,6 KM ini. BupatiJember Faida telah menyiapkan 2.000 becak hias untuk melayani tamu karnaval serta 1.000 rombong (gerobak) untuk peningkatan ekonomi rakyat.

“JFC ini eventnya kelas dunia. Salah satu karnaval terbaik di dunia. Perhelatannya selalu mampu memberikan inspirasi besar bagi Indonesia,” kata Esthy yang juga Staf Ahli Bidang Multikultural Kemenpar.

Di kancah internasional JFC menduduki peringkat ke 4 sebagai gelaran terunik, dan terheboh setelah Mardi Grass (AS), Rio De Janeiro Brazil, dan The Fastnacht di Jerman (Cakwigi, 2013: 2). Karena prestasi itulah JFC 2018 menjadi salah satu event prioritas Kemenpar.

“Prestasi JFC sebenarnya masih banyak lagi. Kualitas dan kreativitas inilah yang akan diterapkan dalam JFC 2018 Kami juga memiliki agenda besar yang akan dibranding di sana,” kata Menpar Arief Yahya.

Dynand Fariz sebagai penggagas JFC memiliki banyak prestasi dan penghargaan Internasional, antara lain sebagai designer Best National Costume Miss Supranational 2014 di Polandia, Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo – Jepang dengan konsep Lampung, hingga Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las Vegas, USA. Ada juga Toraja Tongkonan sebagai Best National Costume Miss Supranational 2015 di Polandia. (Biro Komunikasi Publik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *