Johnnie Sugiarto: Pemda Harus Berperan Aktif Menata Objek Wisata Didaerahnya
Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bidang Destinasi dan Markom Johnnie Sugiarto membenarkan pemberitaan surat kabar Kompas yang menulis “Pariwisata Terancam Stagnan” edisi Senin, 13 Maret 2017. Pendiri Indonesia Tourism Forum ini menjelaskan, pemerintah daerah setingkat Bupati dan Walikota merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dalam mengembangkan destinasi wisata. Para Bupati dan Walikota merupakan motor penggerak untuk dapat membenahi setiap objek wisata yang ada di daerahnya, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi, utamanya untuk investor.
“Bupati dan Walikota yang mempunyai destinasi wisata. Jadi kalo mereka tidak bergerak untuk membenahi objek-objek wisatanya, maka destinasinya itu kurang mempunyai daya tarik untuk dijual,” kata Johnnie saat di temui di kantor EL JOHN Indonesia di APL Tower, Central Park, Jalan S. Parman, Jakarta Barat, Senin, 13 Maret 2017.
Johnnie menyebut ada tiga hal yang harus diperhatikan agar pengembangan objek wisata di daerah tidak stagnan. Ketiga hal itu diantaranya, memperhatikan aksesibilitasnya seperti pembangunan atau memperbesar bandara yang sudah ada. Hal ini dilakukan agar ada kemudahan yang didapat wisatawan dalam setiap berkunjung ke objek wisata di daerah. Bukan hanya bandara, memperbanyak pelabuhan juga patut diperhitungkan karena tidak sedikit objek wisata di daerah yang letaknya berdekatan dengan laut. Namun menurut Johnnie yang terpenting adalah pembangunan bandara, pasalnya perjalanan akan terasa cepat jika dilalui melalui udara.
“Yang paling potensial , yang paling besar masih tetap udara, karena jarak tempuh satu jam kita bisa sampe di objek wisata itu paling penting, ” sebut Johnnie.
Sementara itu hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah pembangunan jalan darat menuju objek wisata, karena kerap ditemukan jalan darat menuju tempat wisata kondisi jalan tidak mulus. Johnie optimis jika yang dipaparkannya tersebut dijalankan oleh pemerintah daerah maka Investor akan tertarik untuk membuka bisnisnya di tempat wisata, seperti membangun hotel dan membuka restoran.
“Kalau pemerintah daerah tidak memberikan respon cepat dan tidak menganggarkan anggaran untuk mendukung itu, maka pemerintah daerah akan gigit jari dan hanya bisa melihat saja dan menyalahkan kenapa Bali lagi Bali lagi, ” ungkap Johnnie.
Johnnie menilai kinerja Pemerintah Pusat akan sia-sia jika tidak dibantu Pemerintah Daerah dalam menata kembali destinasi wisata yang ada di daerahnya. Karena Johnnie menilai Pemerintah Pusat sudah bekerja keras mepromosikan besar-besaran setiap potensi wisata di Indonesia kepada masyrakat internasional.
