Jokowi Minta US ASEAN Business Council Tingkatkan Investasi di Sektor Pariwisata Indonesia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan delegasi US ASEAN Business Council di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018. Kedatangan Delegasi US ASEAN Business Council ke Istana Negara dipimpin oleh President & CEO US ASEAN Business Council Alexander C. Feldman. Sementara yang mendampingi Presiden dalam pertemuan ini antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.
Dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi meminta US ASEAN Business Council dapat mengajak para investor Amerika Serikat untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
“Presiden Joko Widodo, meminta meningkatkan investasi di Indonesia dan tujuan kami datang ke sini untuk melihat bagaimana kami bisa bekerja sama untuk mendukung Indonesia sebagai destinasi investasi Amerika,” kata President & CEO US ASEAN Business Council Alexander C. Feldman usai bertemu dengan Presiden.
Feldman mengatakan sektor yang diminta Presdien Jokowi untuk diinvestasikan adalah sektor pariwisata. Presiden Jokowi menawarkan ada 10 detinasi yang memiliki potensi yang menguntungkan baik bagi Indonesia maupun bagi Investor. 10 destinasi itu adalah 10 destinasi prioritas yang ditetapkan Pemerintah atau yang dikenal dengan 10 Bali baru yakni Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).
Menurut Feldman, pengusaha Amerika sangat tertarik untuk berinvestasi di sektor pariwisata, khususnya di 10 Bali Baru. Hal itu terbukti dengan investasi yang sudah dilakukan beberapa perusahaan dari negeri Paman Sam tersebut seperti Master Card, Visa dan Expedia.
Expedia akan membantu para turis menemukan jadwal penerbangan dan hotel. “Untuk itu kami sangat senang mempelajari lebih luas lagi dalam bidang pariwisata di berbagai daerah di Indonesia,” tutur Alexander.
Terlebih, saat ini Indonesia sudah mendapat label investment grade. Peringkat ease of doing business Indonesia juga naik drastis dari posisi 120 menjadi 78.
Tak hanya membicarakan soal investasi, dalam pertemuan itu US ASEAN Business Council juga mengapresiasi pemerintah Jokowi dalam hal berinvestasi. Salah satunya soal kebijakan ekspor.
“Karena ada beberapa perusahaan yang sudah bisa melakukan ekspor untuk pertama kalinya, berterimakasih kepada Presiden Jokowi,” ujar Alexander. Tak hanya itu, kebijakan pajak Indonesia juga dinilai sudah bisa bersaing dengan negara ASEAN lainnya.
Dalam pertemuan ini US ASEAN Business Council membawa 41 perusahaan dari berbagai sektor untuk berbincang dengan Presiden dan para menteri soal berinvestasi. Perusahaan tersebut diantaranya, Procter & Gamble, AXA, Coca Cola, Expedia, Cigna, Apple, dan Amazon.
