Jumlah Kapasitas Penonton Ditingkatkan, Jakarta E-Prix 2025 Siapkan Beragam Hiburan dan Konser Musik

0
WhatsApp Image 2025-05-27 at 00.21.31

Jakarta kembali bersiap menjadi tuan rumah ajang balap mobil listrik paling bergengsi dunia, ABB FIA Formula E Championship yang tahun ini memasuki musim ke-11.

Jakarta E-Prix 2025, yang menjadi seri ke-13 di kalender Formula E musim ini, dipastikan akan digelar dengan kemeriahan yang jauh melampaui sekadar adu cepat mobil listrik di lintasan. Ini akan menjadi penyelenggaraan ketiga Formula E di Jakarta sejak debutnya pada 2022, dan tahun ini akan tampil dalam format yang lebih seru dan meriah

Balapan utama akan berlangsung pada 21 Juni 2025 di Jakarta International E-Prix Circuit, kawasan Ancol, Jakarta Utara. Namun semangat dan atmosfer pesta olahraga dan hiburan atau sportainment ini akan mulai terasa mulai  tanggal 14 hingga 28 Juni 2025.

Selama hampir sebulan, Jakarta E-Prix 2025 akan  akan menjadi momen yang tak terlupakan bagi para pengunjung, karena  sederet  acara hiburan akan disuguhkan seperti pertunjukan musik hingga aktivitas interaktif yang menarik

Jakarta E-Prix bukan hanya tentang balapan mobil listrik tercepat dan tercanggih di dunia, melainkan juga telah berkembang menjadi sebuah festival hiburan keluarga dan gaya hidup. Tahun ini, JakPro sebagai pihak penyelenggara akan menghadirkan berbagai hiburan menarik, yang menggabungkan unsur musik, budaya populer, dan komedi.

Salah satu suguhan utama adalah penampilan dari artis-artis ternama Indonesia yang akan mengisi panggung konser dalam rangkaian acara Formula E. Di antaranya adalah Andre Taulany and Friends, yang akan tampil dengan konsep hiburan ringan yang memadukan komedi dan musik interaktif, sebuah perpaduan unik yang dijamin mengundang gelak tawa sekaligus semangat dari para penonton.

Selain itu ada  JKT48, yang turut memeriahkan suasana dan siap menghipnotis para penggemar setianya atau yang dikenal dengan wota tentu. Grup idola asal Indonesia akan menyanyikan lagu-lagu hits, menyuarakan chant, hingga melambaikan lightstick di tengah atmosfer balapan dunia yang penuh energi.

Bagi penonton yang menyukai genre musik yang lebih soulful dan santai, penampilan dari band legendaris Maliq & D’Essentials akan menjadi momen spesial. Dengan sentuhan jazz, funk, dan pop, band ini akan menghadirkan suasana hangat nan berkesan di tengah riuhnya gelaran balap.

Tak berhenti disitu, ada juga penampilan dari Novia Bachmid dan band legendaris Tipe-X yang siap menghibur pengunjung dengan lagu-lagu andalannya.

Direktur Proyek Jakarta E-Prix 2025, Deni Rifky Purwana mengatakan Formula E tahun ini di Jakarta mengusung konsep “One Big Family Day Out”, menjadikannya sebagai destinasi hiburan lengkap bagi seluruh keluarga.

Menurut Deni, ajang ini tak sekadar menonjolkan sisi olahraga, tetapi juga sarat dengan pengalaman hiburan menyeluruh yang bisa dinikmati sejak pagi hingga malam hari.

“Jadi selain balap, kita tuh memanjakan sekali penonton. Kita kasih entertainment, Dari pagi sampai malam, penonton akan disuguhi hiburan, kuliner, belanja, gaming, dan banyak lagi,” ujar Deni saat ditemui di area Jakarta International E-Prix Circuit, Senin (26/5/2025).

Deni mengungkapkan, kapasitas penonton untuk kejuaraan tahun ini akan ditingkatkan kapasitasnya dari 16.000 menjadi 20.000 orang. Peningkatan kapasitas dilakukan sebagai respons terhadap minat masyarakat yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.

“Tahun lalu kita bikinnya 16 ribu, sekarang kita tingkatkan jadi 20 ribu,Harapannya malah bisa lebih, nanti kita lihat situasinya,” ujar Deni.

Dari sisi ekonomi, adu balap  jet darat berbasis listrik ini memiliki dampat ekonomi yang signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Mengacu pada hasil survei yang dilakukan oleh konsultan internasional, Deni menjelaskan bahwa dampak ekonomi langsung dari Jakarta E-Prix 2025 diperkirakan mencapai lebih dari Rp400 miliar, sementara dampak tidak langsungnya diproyeksikan menembus angka Rp1,4 triliun.

“Dampak langsung itu termasuk dari pajak-pajak yang dikenakan. Misalnya, carcass mobil balap dikenakan pajak, lalu sektor food & beverage (F&B), hotel, semua itu membayar pajak. Jadi belum dimulai pun, sudah ada bentuk kontribusi langsung dalam bentuk uang ke negara,” jelas Deni.

Sementara itu, dampak ekonomi tidak langsung menurutnya berasal dari multiplier effect atau efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi. Hal ini termasuk peningkatan aktivitas bisnis di sektor pariwisata, transportasi, UMKM, serta penciptaan lapangan kerja selama penyelenggaraan ajang balap mobil listrik itu.

Lebih dari sekadar event olahraga dan hiburan, Jakarta E-Prix 2025 juga menjadi bagian dari upaya membangun identitas Jakarta sebagai kota destinasi dunia. Deni mengajak masyarakat untuk mendukung penuh acara ini demi menampilkan wajah Jakarta yang modern, inklusif, dan siap bersaing di level global.

“Mari tunjukkan kepeduliannya bahwa kita mewujudkan Jakarta ini sebagai kota destinasi bagi semua orang di dunia. Inilah tempatnya, dan inilah kesempatannya,” ajaknya.

Jakarta E-Prix 2025 akan menghadirkan 11 tim internasional dengan total 22 pembalap dari berbagai negara. Dengan jumlah peserta tersebut, kompetisi dipastikan berlangsung sengit dan menarik, karena setiap tim akan menurunkan dua pembalap andalan mereka untuk memperebutkan posisi terdepan di lintasan kota yang menantang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *