Menjadi Museum Pemasaran Pertama di Dunia, Philip Kotler Museum of Marketing with Hermawan Kartajaya Resmi Dibuka

Philip Kotler Museum of Marketing with Hermawan Kartajaya secara resmi hadir di Jakata. Ini merupakan tonggak sejarah baru di mana ini merupakan museum pemasaran pertama di dunia yang mengusung nama Philip Kotler, tokoh legendaris dalam dunia pemasaran modern yang dikenal sebagai “Bapak Marketing Modern”.
Peluncuran dilakukan bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-94, Philip Kotler meresmikan museum secara online dari Chicago, Amerika Serikat.
Turut hadir dalam peresmian ini Founder & Chair of MCorp, Hermawan Kartajaya; Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi RI, Brian Yuliarto, yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti), Togar Mangihut Simatupang; Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi; Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo; Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, H.E. Jaroslav Doleček; dan para undangan dari anggota Jakarta CMO Club.
Museum ini terdiri dari enam bagian, dimulai dari area penghormatan kepada keluarga Kerajaan Ubud, lalu masuk ke tiga area inti, yaitu Key Elementes of Marketing, Tech Marketing, dan Entrepreneurial Marketing, yang masing-masing mencerminkan pilar dasar dari konsep museum ini.
“Museum yang di Jakarta ini adalah perluasan dari yang di Bali, dan diharapkan nanti lebih banyak orang bisa berkesempatan datang ke sini untuk belajar marketing. Cukup satu jam di sini, sudah mengerti mulai dari marketing yang paling dasar sampai marketing yang mutakhir dari karya Philip Kotler dan saya,” ucap Hermawan saat diwawancarai oleh tim El John Media di EightyEight@Kasablanka, Jakarta, Selasa (27/5/2025).


Hermawan menjelaskan, museum ini berakar dari pendirian Museum Marketing 3.0 pada 2011 yang berada di Museum Puri Lukisan, Ubud, Bali. Ia berharap, museum ini dapat menjadi wadah untuk masyarakat belajar mengenai dunia marketing.
“Di dalam keadaan dunia yang semakin tidak menentu dengan AI, maka productivity harus ditemani creativity, improvement ditemani innovation, professional ditemani entrepreneurship, management ditemani leadership, CI-EL dan PI-PM, jadi intinya dari museum ini jadi orang yang harus bisa memadukan antara dua hal yang kontras, baru kita bisa memenangkan persaingan di masa ini,” kata Hermawan.
Sementara itu, Sekjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti), Togar Mangihut Simatupang, mengapresiasi berdirinya museum ini. Menurutnya, museum ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa Indonesia memiliki potensi untuk bisa memberikan kontribusi yang luas dan diakui oleh mancanegara.
“Kita secara moral mendukung semua inisiatif yang seperti ini dan kita akan melihat lebih banyak lagi dalam bidang inovasi, hilirisasi, dan juga dalam bidang untuk transfer teknologi,” kata Togar.
“Saya menyampaikan satu pesan, jangan pernah berhenti bermimpi dan itu mungkin banyak orang yang di depan kita menjadi teladan, pionir, dan kita semua mempunyai kesempatan yang sama. marilah kita maju semua anak bangsa mengikuti jejak Bapak Hermawan Kartajaya,” sambungnya.

Tiga Pilar Utama
Museum ini menyuguhkan pengalaman edukatif berbasis teknologi dengan visualisasi konsepkonsep pemasaran yang telah dikembangkan Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya. Pengunjung akan diajak menjelajahi tiga area utama:
1. Key Element of Marketing Menjelaskan konsep fundamental pemasaran seperti 5 Drivers, 4C Diamond Analysis, dan 9 Core Elements of Marketing.
2. Tech Marketing Menampilkan evolusi pemasaran dari Marketing 1.0 (Product-Centric) hingga Marketing 6.0 (Immersive). Area ini diperkuat dengan video mapping dan gamifikasi interaktif berbasis Augmented Reality (AR) untuk pengalaman yang imersif dan menyenangkan buah kerja sama dengan Assemblr, startup teknologi asli Indonesia.
3. Entrepreneurial Marketing Mengusung konsep OMNIHOUSE Model, yang memadukan elemen CI-EL (Creativity, Innovation, Entrepreneurship, Leadership) dan PI-PM (Productivity, Improvement, Professionalism, Management) sebagai pendekatan holistik dalam kewirausahaan.
Dibuka untuk Umum
Philip Kotler Museum of Marketing with Hermawan Kartajaya ini terbuka untuk masyarakat umum, khususnya pemasar, pengusaha, akademisi, dan profesional. Pada hari kerja (weekdays), dibuka mulai pukul 10 pagi hingga 6 sore dengan harga tiket masuk sebesar Rp100.000, sedangkan pada hari pekan (weekend), dibuka pukul 10 pagi hingga 5 sore dengan harga tiket sebesar Rp200.000. Masyarakat bisa melakukan reservasi melalui situs resmi lui situs resmi www.museummarketing.id.
