DestinationEco TourismHeadline News

Jumlah Titik Panas di Sejumlah Daerah Menurun

Pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Kamis, 28 September 2017, pukul 20.00 WIB, mencatat hanya 1 hotspot berdasarkan satelit NOAA, yaitu di Sulawesi Selatan. Sedangkan pantauan satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ≥80% terpantau 7 hotspot.

Dalam siaran persnya yang diterima EL JOHN News disebutkan satelit TERRA AQUA (LAPAN) menunjukkan 27 hotspot, yaitu di Sulawesi Utara 6 titik; Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat masing-masing 5 titik; Sulawesi Barat 4 titik; Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Barat masing-masing 2 titik; dan Kalimantan Selatan 1 titik pada Kamis, 28 September 2017.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan menyampaikan bahwa meskipun dalam kurun satu pekan ini pantauan jumlah hotspot atau titik panas cenderung menurun, KLHK tetap mengutamakan kewaspadaan melalui upaya-upaya pencegahan. Diantaranya terus menggiatkan patroli, pengecekan lapangan (groundcheck), dan pemadaman dini oleh Manggala Agni.

“Sampai dengan saat ini, patroli terpadu bersama para pihak masih terus dilakukan di delapan provinsi rawan dengan mendirikan dan mengaktifkan 300 posko desa dengan jangkauan 1.204 desa rawan karhuta”, jelas Raffles.

Di Kalimantan Barat, Manggala Agni Daops Semitau melakukan groundcheck terhadap hasil pantauan hotspot yang berada di Desa Tinting Seligi, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Hasilnya ditemukan lahan bekas terbakar sekitar 2,5 Ha.

Di Kalimantan Selatan, Heli Bell 412 KLHK melaksanakan patroli udara di wilayah Kabupaten Tanah Laut. Hasil pantauan udaramenunjukkan masih ditemukan beberapa titik api dan lahan bekas terbakar.

Sementara itu di Sulawesi Tenggara, Manggala Agni Daops Tinanggea bersama dengan TNI, Polri, dan masyarakat melakukan pemadaman yang terjadi Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Para petugas yang tergabung dalam tim patroli terpadu berhasil melakukan  pemadaman di lahan seluas ± 4,25 Ha. Satu orang tersangka pelaku pembakar lahan berhasil diamankan.

Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, dalam tahun 2017 sampai dengan 28 September 2017, mencatat dari hasil pantauan Satelit NOAA jumlah hotspot sebanyak 2.272 titik. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.320 titik. Terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.048 titik atau 31,56%.

Sedangkan berdasarkan pantauan satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level >80% terpantau sebanyak 1.628 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.483 titik. Terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.801 titik atau 51,70%.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button