Kampung Naga yang Kental akan Budaya dan Kearifan Lokal.
Bagi kamu yang sedang atau merencanakan liburan ke Provinsi Jawa Barat, kamu akan dimanjakan dengan berbagai wisata yang ada dengan keasrian alamnya.
Salah satunya di Tasikmalaya, terdapat sebuah Kampung yang disebut dengan Kampung Naga. Tapi jangan beranggapan di kampung ini ada Naga ya, karena tidak ada hubungannya, tetapi memang nama sebutan saja.
Terletak di Desa Neglasari, kecamatan Salawu, kabupaten Tasikmalaya. Kampung Naga ini berada di kawasan subur yang dibatasi oleh hutan keramat yang di dalamnya terdapat makam leluhur mereka.
Ketika kamu sampai di Kampung Naga ini pasti akan merasakan ketentraman, asri, sejuk, dan masih kental dengan kebudayaannya.
Waktu yang ditempuh untuk sampai di Kampung ini kurang lebih sekitar 1 jam dari Kota Garut yang berjarak 26 km, sedangkan dari kota Tasikmalaya berjarak sekitar 30 km.
Untuk berada sampai di Kampung Naga, kamu harus melewati sekitar 360 anak tangga. Ini menjadi hal unik karena setiap orang yang menghitung jumlah anak tangga ini tidak pernah sama.
Sebenarnya Kampung Naga ini bukanlah tempat wisata, namun banyak sekali orang yang ingin berkunjung dan mengetahui tentang Kampung ini.
Menurut pengakuan warga, mereka tidak mengetahui dengan jelas bagaimana asal mula berdirinya Kampung Naga. Hal ini disebabkan oleh terbakarnya arsip atau sejarah mereka pada saat kampung ini dibakar oleh DI/TII di masa lalu.
Pada saat itu DI/TII menginginkan terciptanya Negara Islam di Indonesia.
Kampung Naga yang saat itu lebih mendukung Soekarno dan Kurang Simpatik dengan niat organisasi tersebut. Maka dari itu DI/TII menghanguskan kampung tersebut.
Namun Keunikan dari Kampung Naga menjadi daya tarik tersendiri. Bagaimana tidak, ditengah perkembangan zaman yang semakin modern ini tidak berlaku bagi kampung ini.
Menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga dengan menjalankan adat-istiadat warisan nenek moyang berarti menghormati para leluhur atau karuhun.
Sehingga segala sesuatu yang datangnya bukan dari ajaran karuhun, oleh masyarakat Kampung Naga hal itu dianggap tabu dan melanggar adat yang pasti akan menimbulkan malapetaka.
Kampung ini dihuni oleh masyarakat yang semuanya beragama islam dan masih memegang teguh adat istiadat dari nenek moyang mereka. Bahkan mereka menolak intervensi dari pihak luar yang mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut.
Salah satu alasan mengapa pihak warga setempat tidak ingin menjadikan Kampung Naga sebagai objek wisata karena mereka tidak mau ditonton oleh para wisatawan yang berkunjung.

