Kapolri: Polri Selalu Terbuka Terhadap Kritik dan Siap Laksanakan Reformasi

0
IMG-20251110-WA0007_435192

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri selalu terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak demi mempercepat proses pembenahan internal. Pernyataan ini disampaikan usai pelaksanaan rapat perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (10/11/2025).

Rapat tersebut menjadi langkah awal dari kerja Komisi yang dibentuk Presiden untuk mempercepat agenda reformasi di tubuh Korps Bhayangkara. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari peningkatan profesionalisme, akuntabilitas, hingga transparansi penegakan hukum.

Menurut Jenderal Sigit, kehadiran komisi ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dan Polri dalam menjawab ekspektasi masyarakat terhadap institusi kepolisian yang lebih modern, transparan, dan berintegritas tinggi.

“Sejak awal kami di Polri selalu terbuka terhadap kritik dan evaluasi. Itu semua menjadi bagian penting dari proses perbaikan agar kami bisa terus meningkatkan kinerja dan pelayanan publik,” ujar Sigit dalam keterangan persnya.

Jenderal Sigit menyampaikan bahwa semangat reformasi bukan hal baru bagi Polri. Menurutnya, kepolisian merupakan bagian dari hasil perjuangan reformasi yang lahir dengan mandat kuat untuk menjadi institusi yang melayani dan melindungi masyarakat secara profesional.

“Polri adalah anak kandung reformasi. Maka sudah sewajarnya masyarakat memiliki harapan besar terhadap kami. Tugas kami memastikan harapan itu bisa diwujudkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterbukaan terhadap evaluasi merupakan bentuk tanggung jawab moral Polri kepada publik. Melalui kritik dan masukan, Polri diharapkan mampu memperbaiki kekurangan serta memperkuat kepercayaan masyarakat yang menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Sigit juga menegaskan komitmen Polri untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi dan arahan yang diberikan oleh Komisi Percepatan Reformasi. Menurutnya, setiap rekomendasi yang nantinya disampaikan kepada Presiden akan menjadi pedoman penting bagi Polri untuk melakukan perubahan yang konkret.

“Kami di Polri siap bergerak cepat merespons dan mengimplementasikan rekomendasi yang diberikan oleh Ketua Tim Reformasi kepada Presiden. Semua hasil dari rapat ini akan kami tindak lanjuti secara serius dan berkelanjutan,” tegas Sigit.

Lebih lanjut, Kapolri menyebut bahwa komitmen ini sejalan dengan visi Polri untuk menjadi lembaga penegak hukum yang presisi (prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan). Ia berharap reformasi ini mampu memperkuat profesionalisme anggota serta meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

Pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri sendiri merupakan inisiatif yang diambil pemerintah untuk mempercepat agenda reformasi struktural dan kultural di tubuh kepolisian. Komisi ini terdiri dari berbagai unsur — mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, hingga mantan pejabat publik — yang memiliki tugas untuk meninjau, memberikan masukan, dan menyusun rekomendasi kepada Presiden.

Langkah ini dinilai sebagai momentum penting bagi Polri untuk melakukan transformasi menyeluruh, baik dalam hal tata kelola, sistem rekrutmen, hingga penegakan hukum yang lebih transparan.

Sigit menyampaikan apresiasinya terhadap pembentukan komisi ini dan berharap kolaborasi yang terjalin dapat melahirkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Polri.

“Kami menyambut baik kehadiran Komisi Percepatan Reformasi. Ini kesempatan bagi kami untuk berbenah secara sistematis. Polri akan terbuka terhadap semua masukan demi menjadi lembaga yang semakin dipercaya masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, Kapolri menuturkan bahwa reformasi kepolisian bukan hanya soal memperbaiki prosedur internal, tetapi juga mengubah budaya kerja dan pola pikir seluruh personel. Menurutnya, Polri harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat yang semakin kritis dan menuntut transparansi.

“Tujuan akhirnya adalah Polri yang modern, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap anggota memahami semangat reformasi ini dan menerapkannya dalam tugas sehari-hari,” tutur Sigit.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal proses reformasi Polri agar perubahan yang dilakukan tidak berhenti di tataran wacana, tetapi benar-benar terasa manfaatnya di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *