KBRI Madrid Bidik Investor Spanyol Untuk Sektor Kemaritiman

0
kota vigo

Kedutaan Besar Republik Indonesia di sejumlah negara seakan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam hal menarik investor luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal itulah yang diperlihatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Madrid yang menggelar forum bisnis di Vigo, Spanyol, Jumat, 30 Juni 2017.  Dalam menggelar forum bisnis ini, KBRI Madrid bekerjasama dengan Kantor Pengacara Antonio Vinal & Co Abogados.  Forum bisnis digelar untuk menjaring kalangan pelaku usaha di bidang industri kemaritiman dan perikanan Spanyol berinvestasi di Indonesia.

Vigo sebagai salah satu kota di Spanyol terkenal dengan bursa ikan dan industri perkapalan terbesar di dunia. Hal itulah yang dijadikan KBRI Madrid memilih Vigo sebagai tempat digelar kegiatan forum bisnis ini.

“Kami mengundang para pelaku usaha industri galangan kapal dan perikanan di Spanyol untuk bersama-sama memperkokoh kedaulatan maritim Indonesia,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Spanyol, Yuli, seperti yang dilansir Berita Satu.

Ajakan KBRI Madrid disambut baik Kantor Pengacara Antonio Vinal & Co. Abogados. Untuk mensukseskan kegiatan ini, salah satu Kantor Pengacara terkenal di Spanyol itu,  secara khusus mengajak kliennya yang terdiri atas perusahaan bergerak di bidang infrastruktur kemaritiman, perikanan, dan turisme bahari, untuk menyaksikan berbagai peluang dan kemudahan berinvestasi yang ditawarkan Pemerintah Indonesia.

“Perikanan dan kemaritiman menjadi urat nadi kehidupan ekonomi di Galicia. Peluang ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi pengembangan industri perikanan nasional. Saya yakin banyak peluang-peluang bisnis yang muncul di sektor perikanan,” kata Yuli.

Yuli yakin kegiatan ini akan membuahkan hasil yang maksimal, pasalnya aliran masuk investasi Spanyol di sektor perikanan dan kemaritiman akan memuluskan upaya pemerintah membentuk minapolitan, yaitu sebuah zona ekonomi terpadu yang terdiri atas produksi dan pusat perdagangan hasil produksi kelautan dan perikanan, serta kompleks perumahan untuk nelayan. Konsep minapolitan berbasis pendekatan pengembangan perikanan wilayah menjunjung tinggi prinsip-prinsip integrasi, efisiensi, kualitas, dan akselerasi industrialisasi perikanan.

“Kami terus mendorong arus masuk investasi Spanyol ke Indonesia,” katanya.

Yuli mengakui grafik investasi Spanyol di sektor perikanan Indonesia menunjukan grafik yang menanjak. Hal itu terlihat pada beberapa produk industri pengolahan ikan beku yang diekspor kembali ke pasar Spanyol.

“Kontribusinya signifikan bagi nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Spanyol. Nilainya mencapai US$ 414 juta. Namun, nilai itu belum mencerminkan kapasitas penuh kedua negara,” katanya.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) pada triwulan pertama tahun 2017 sebesar Rp 165,8 triliun, meningkat 13,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016, sebesar Rp 146,5 triliun. Realisasi investasi tersebut menyerap 194.000 tenaga kerja.

Sementara itu, realisasi investasi (PMDN dan PMA) berdasarkan sektor usaha terdiri atas pertambangan Rp 23,6 triliun (14,2 persen), industri makanan Rp 18,5 triliun (11,1 persen), transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp 18,4 triliun (11,1 persen), listrik, gas, dan air Rp 16,7 triliun (10,1 persen), dan industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik Rp 15,2 triliun (9,2 persen).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *