Kemenag Akan Berikan Edukasi Kepada Jemaah Aolia Yang Gelar Solat Idul Fitri Pada 4 April

0
055367000_1681992421-P1210353

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul memberikan tanggapan terhadap pelaksanaan Salat Idul Fitri 1445 H oleh Jamaah Aolia pada Jumat (05/04/2024). Fenomena ini dianggap tak lazim oleh pihak berwenang.

Sya’ban Nuroni, Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Salat Idul Fitri pada tanggal yang berbeda dari yang telah ditetapkan secara umum merupakan hal yang tidak lazim. “Kalau ini tidak lazim, kalau satu atau dua hari biasa, kalau ini kan lima hari tidak lazim (perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri),” ujarnya.

Lebih lanjut, Sya’ban menyatakan bahwa pihaknya akan mengunjungi Jamaah Aolia di Gunungkidul untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para jamaah Aolia. Tujuannya adalah untuk mengatasi permasalahan yang muncul serta memastikan bahwa pelaksanaan keyakinan berjalan sesuai dengan ajaran agama Islam dan tidak menimbulkan konflik di masyarakat.

“Pendekatan kepada tokoh agama menjadi penting dalam penyelesaian masalah ini, agar praktik ibadah dapat dilaksanakan dengan baik tanpa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” tutupnya.

Seperti diketahui Jemaah Masjid Aolia sering berbeda dengan pemerintah maupun organiasasi keagamaan Islam dalam penentuan hari besar.

Tahun ini pelaksanaan ibadah salat Idulfitri jemaah Masjid Aolia ini berselang lima hari lebih awal dari Lebaran versi pemerintah yang kemungkinan jatuh pada 10 April 2024

Raden Ibnu Hajar Pranolo alias Mbah Benu menuturkan seluruh Jamaah Masjid Aolia telah melaksanakan solat idulfitri hari ini. Meski tak hafal jumlahnya, ia mengklaim pengikutnya tersebar hingga Kalimantan, Sulawesi, Papua bahkan luar negeri.

Mbah Benu yang kini menginjak usia 82 tahun itu menjelaskan, penentuan 1 Syawal versi mereka didasarkan pada keyakinannya, di mana malam 30 Ramadan jatuh pada Kamis (04/04/2024).

Bagi Mbah Benu, Idulfitri tahun ini memiliki makna terus menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan sebagaimana ia sampaikan melalui khotbah Idulfitri tahun ini.

“Saling rukun, jaga kesatuan dan persatuan dengan siapa saja. Jangan mudah menyalahkan dan membenarkan orang,” pesan Mbah Benu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *