Kemendikbud Terus Berkomitmen Perluas Akses Pendidikan di Daerah Terluar
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan komitmen itu sesuai Nawacita Presiden RI, Joko Widodo, dan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.
Akses memperluas pendidikan ini, merupakan satu dari tiga skala prioritas yang telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi. Ke empat skala prioritas itu kini sedang dibahas di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2018 di Pusdiklat Kemendikbud, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.
Menurut Mendikbud , Pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar pendidikan dapat diakses dengan mudah, meskipun harus menjangkau daerah yang terpinggirkan. Upaya yang sudah terbukti itu, salah satunya melalui Program Indonesia Pintar (PPI).
“Ini menjadi pernyataan simbolik dari negara bahwa negara peduli, negara berpihak kepada anak-anak peserta didik dari keluarga tidak mampu,” kata Mendikbud pada hari pertama pelaksanaan RNPK 2018, Senin, 5 Februari 2018.
Mendikbud menjelaskan membangun daerah dari pinggiran ini menjadi upaya pemerintah untuk mengatasi persoalan-persoalan dari wilayah yang paling jauh dari pusat pengambilan keputusan. “Untuk mempertegas batas wilayah pinggiran, Pak Presiden membangun di wilayah-wilayah tersebut, termasuk perluasan akses pendidikan,” jelas Mendikbud.
Selanjutnya dalam pembahasan RNPK, Mendikbud juga menggaris bawahin penyiapan generasi muda Indonesia agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. “Itu secara operasional diwujudkan dalam program revitalisasi SMK yang telah dipertegas oleh Presiden dengan turunnya Inpres Nomor 9 Tahun 2016, dengan semangat pentingnya kita menyiapkan generasi muda dengan keterampilan yang memadai dan sesuai dengan tuntunan zaman,” ucap Mendikbud.
“Bapak Presiden selalu menyampaikan bahwa dunia ini selalu berubah dan perubahannya selalu cepat, karena itu kita harus menyiapkan semuanya untuk mengantisipasi berbagai macam perubahan itu. Oleh karena itu kurikulum juga harus siap berubah, guru juga harus bisa menjadi guru yang bisa selalu berubah. Apapun yang berkaitan dengan pendidikan kita harus bisa merubah paradigma kita bahwa kita setiap saat harus bisa berubah mengikuti perkembangan zaman,” Kata Mendikbud.
Dalam pembahasan rembuk, Mendikbud meminta para peserta untuk lebih mendalami lagi tentang penyiapan generasi muda kita dengan diberikan keterampilan yang memadai. “Kita harus bekali sungguh-sungguh jangan sampai salah memberikan bekal kepada anak-anak kita sebagai penerus bangsa,” pesan Mendikbud.
RNPK tahun 2018 akan digelar mulai tanggal 5 hingga 7 Februari 2018. Dalam pelaksanaan RNPK Ini, juga dilangsungkan Pameran Pendidikan dan Kebudayaan. Pameran ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari anjungan pendidikan, vokasi otomotif. Kemaritiman, kriya, agrobisnis dan agroteknologi, kecantikan dan tata busana. Selain itu juga terdapat anjungan teknologi pembelajaran, budaya, dan literasi.
