Kemenhub Genjot Transportasi Pariwisata Bali, Water Taxi Jadi Andalan

0
4574c2c9-0e68-487f-829c-8362ea5f5d08

Menhub Dudy Purwagandhi sedang menjelaskan progres pembangunan transportasi pariwisata di Bali kepada anggota Komisi V DPR RI (Foto: Humas Kemenhub)

El John News, Jakarta-Kementerian Perhubungan mendorong percepatan pembangunan transportasi terintegrasi di kawasan pariwisata Bali sebagai langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas dan mengurai kemacetan. Upaya ini dibahas dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI dan Gubernur Bali di Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah program prioritas, termasuk pengembangan layanan water taxi serta pembangunan dan optimalisasi dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang.

Menurut Dudy, pengembangan water taxi dirancang sebagai solusi alternatif untuk mengintegrasikan moda transportasi darat, laut, dan udara, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama di wilayah Kabupaten Badung yang selama ini menjadi pusat aktivitas pariwisata.

Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) oleh PT ASDP Indonesia Ferry, dengan target konstruksi dimulai pada Agustus 2026 dan rampung pada Juli 2027.

“Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu. Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu adalah 1-2 jam. Sedangkan menggunakan Water Taxi, diharapkan bisa menempuh maksimal 30 menit,” ujar Dudy.

Selain itu, Kemenhub juga merancang pengembangan infrastruktur di Pelabuhan Celukan Bawang. Dermaga I akan difungsikan untuk melayani kapal general cargo dan aspal curah cair dengan penambahan panjang sekitar 92 meter. Sementara Dermaga II akan dikembangkan sebagai dermaga multipurpose yang melayani penumpang, general cargo, dan curah kering dengan tambahan panjang sekitar 60 meter.

Pengembangan tersebut dilakukan sebagai hasil evaluasi kebutuhan pelabuhan alternatif guna memisahkan arus kendaraan berat dan ringan, sehingga operasional logistik dan mobilitas masyarakat dapat berjalan lebih efisien.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka pendek dengan mendorong pengembangan pelabuhan di wilayah Ketapang dan Gilimanuk melalui kolaborasi dengan Pelindo.

“Sebagai salah satu solusi jangka pendek, kami juga meminta Pelindo melakukan pengembangan pelabuhan khususnya di Ketapang, dengan membuka dermaga baru di Gilimanuk. Kami harap bisa mendapat wilayah sebagai pelabuhan pasangan yang menerima kapal dari Ketapang. Kami harap juga bisa mendapat wilayah buffer zone sebagai salah satu solusi alternatif untuk mengatasi flow arus kendaraan yang begitu besar. Apalagi tahun depan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri akan berdampingan,” kata Dudy.

Kemenhub berharap berbagai langkah strategis tersebut dapat segera direalisasikan guna meningkatkan konektivitas antarkawasan, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung mobilitas wisatawan di Bali yang terus meningkat.

Rapat kerja ini turut dihadiri Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta Gubernur Bali Wayan Koster.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *